BREAKING NEWS
 

Akademisi USU: Gibran Tunjukkan Tanggung Jawab Tangani Korban Keracunan Makanan

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Selasa, 15 September 2026 16:53 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat menjenguk siswa yang dirawat karena keracunan makanan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (12/9/2026). Dok. Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menilai langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming memfasilitasi korban dugaan keracunan makanan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Jakarta menunjukkan tanggung jawab pemerintah.

Menurut Wahyu, pemerintah tidak boleh berhenti pada penanganan awal ketika kondisi korban masih membutuhkan pemeriksaan lebih lengkap. Rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kapasitas lebih tinggi menjadi langkah tepat bagi korban yang membutuhkan layanan medis lebih komprehensif.

“Langkah Wapres memfasilitasi rujukan ke Jakarta sebagai respons yang tepat dan menunjukkan adanya eskalasi penanganan ketika kondisi korban dinilai membutuhkan layanan yang lebih lengkap dan bentuk tanggung jawab pemerintah yang serius,” kata Wahyu, Rabu (15/9/2026).

Sebelumnya, Gibran menemui korban dan keluarga terdampak dugaan keracunan makanan di Kabupaten Karo. Dalam kesempatan tersebut, Gibran menawarkan rujukan ke fasilitas kesehatan di Medan maupun Jakarta bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Baca juga : Wapres Gibran Dukung Suahasil Jaga APBN Tetap Sehat Dan Kredibel

Opsi tersebut kemudian ditindaklanjuti. Gibran meminta dokter pribadinya turut membantu memantau kondisi korban di Karo. Sementara korban yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut diberangkatkan ke Jakarta.

Wahyu menjelaskan, rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kapasitas lebih tinggi menjadi langkah rasional apabila korban masih mengalami gejala berkepanjangan, memiliki keluhan yang belum terdiagnosis secara jelas, atau membutuhkan pemeriksaan spesialistik.

Adsense

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima korban tidak bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga maupun keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah.

“Negara harus memastikan korban memperoleh pemeriksaan, terapi, observasi, dan tindak lanjut sampai kondisi mereka benar-benar stabil dan kembali normal,” ujarnya.

Baca juga : Guru Besar Trisakti Puji Blusukan Gibran Soal Dampak Karhutla

Wahyu menambahkan, fasilitasi rujukan juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi keluarga korban. Pemeriksaan di fasilitas kesehatan dengan kemampuan lebih lengkap diharapkan dapat mempercepat proses diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

“Dalam konteks ini, fasilitasi rujukan dapat mempercepat diagnosis yang lebih komprehensif dan memberi rasa aman kepada keluarga korban,” jelasnya.

Meski demikian, Wahyu mengingatkan penanganan korban secara individual harus berjalan beriringan dengan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab dugaan keracunan makanan.

Pemerintah perlu menelusuri seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan pangan, penyimpanan, proses memasak, kebersihan dapur, distribusi, hingga waktu makanan diterima dan dikonsumsi siswa.

Baca juga : Aktivis Apresiasi Wapres Gibran Lihat Langsung Dampak Karhutla ke Orangutan

Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui secara objektif titik persoalan sekaligus menentukan langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Jadi, saya melihat langkah tersebut sebagai bentuk respons tanggung jawab pemerintah yang serius dan berpihak kepada korban,” tegas Wahyu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense