Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gibran Minta Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga Rampung Tepat Waktu
Sabtu, 5 September 2026 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana di Sumatera Utara terus berjalan. Gibran meminta pembangunan Sabo Dam Hutanabolon di Tapanuli Tengah dan Jembatan Garoga 2 di Tapanuli Selatan diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan konstruksi.
Penegasan itu disampaikan Gibran saat meninjau langsung pembangunan kedua infrastruktur tersebut, Jumat (4/9/2026). Kedua proyek itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan akses masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman bencana berulang.
Gibran mengatakan, proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki fasilitas yang rusak. Infrastruktur yang dibangun harus mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat di masa mendatang.
“Pemulihan tidak boleh hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Infrastruktur yang dibangun harus membuat masyarakat lebih terlindungi menghadapi risiko bencana berikutnya,” tegas Gibran.
Dalam peninjauan di Tapanuli Tengah, Gibran melihat langsung perkembangan pembangunan Sabo Dam Hutanabolon. Infrastruktur tersebut dibangun di Sungai Tukka sebagai pengendali aliran material untuk mengurangi risiko bencana di kawasan sekitar.
Baca juga : Wapres Gibran Minta Maaf kepada Warga Huntara Tapsel, Huntap Dibangun Bulan Ini
Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), progres fisik pembangunan Sabo Dam tersebut telah mencapai 26 persen. Capaian itu sedikit di bawah rencana awal yang ditargetkan sebesar 29 persen.
Sabo Dam memiliki peran penting dalam mengendalikan material yang terbawa aliran sungai, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan material longsoran yang mengancam permukiman warga.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau lokasi pembangunan Jembatan Garoga 2 di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID
Usai dari Tapanuli Tengah, Gibran meninjau pembangunan Jembatan Garoga 2 di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jembatan tersebut menjadi bagian dari penanganan mendesak pada koridor Sibolga-Batangtoru-Padang Sidempuan sepanjang 65 kilometer.
Jalur tersebut memiliki peran penting dalam menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Selain menunjang mobilitas masyarakat, keberadaan akses tersebut juga dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan sehari-hari.
Per 2026, progres fisik paket penanganan koridor tersebut telah mencapai 44,93 persen. Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek atau Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2026.
Baca juga : Kunjungi SMAN 1 Barus, Wapres Bantu Lengkapi Fasilitas Belajar
Gibran menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pekerjaan agar akses masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana dapat kembali pulih.
“Terbukanya kembali akses sangat penting bagi masyarakat. Tapi pekerjaan tidak boleh berhenti pada jembatan. Penanganan sungainya juga harus kita tuntaskan agar masyarakat lebih terlindungi,” ujar Gibran.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh. Selain membangun kembali jalan dan jembatan, pemerintah juga perlu menangani faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan kerusakan serupa.
Karena itu, pembangunan Jembatan Garoga 2 juga perlu diikuti dengan penanganan kawasan sungai di sekitarnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan jangka panjang terhadap masyarakat dan infrastruktur yang dibangun.
Melalui peninjauan langsung ini, Gibran ingin memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai target dan kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga diminta terus mengawal kualitas pekerjaan agar infrastruktur yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga : Terima Mahasiswa UB Pembuat Rompi Anti Tantrum, Gibran Dukung Inovasi Anak Muda
Percepatan pembangunan Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2 menjadi bagian dari upaya pemulihan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya mengembalikan konektivitas yang sempat terputus, tetapi juga meningkatkan ketahanan kawasan dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.
Dengan infrastruktur yang lebih tangguh, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal, sementara risiko bencana dapat diminimalkan melalui sistem perlindungan dan pengendalian yang lebih baik.
Upaya tersebut sekaligus menjadi komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan pascabencana di Sumatera Utara tidak berhenti pada perbaikan kerusakan, tetapi menjadi momentum membangun infrastruktur yang lebih aman dan tangguh bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya