Dark/Light Mode

Cek Penanganan Karhutla Di Kalimantan, Wapres Lindungi Anak Dan Kelompok Rentan

Kamis, 10 September 2026 20:55 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). FOTO: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). FOTO: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi ini turut mengganggu aktivitas warga. Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan anak-anak dan kelompok rentan terlindungi.

Hal tersebut disampaikan Gibran saat meninjau penanganan karhutla di tiga provinsi Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026).

Gibran mengawali kunjungan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pesawat kepresidenan yang membawanya berangkat dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.30 WIB.

Pendaratan di Bandara Tjilik Riwut sempat terkendala kabut asap. Pesawat harus berputar dua kali sebelum mendarat karena jarak pandang terbatas. Begitu turun, bau asap langsung terasa. Langit di sekitar bandara tampak berkabut dengan jarak pandang tak lebih dari satu kilometer.

Setibanya di Palangka Raya, Gibran disambut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Wapres kemudian meninjau SDN 2 Petuk Katimpun dan kawasan Nyaru Menteng.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyapa siswa saat meninjau SDN 2 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Gibran meminta kesehatan anak-anak diperhatikan di tengah kabut asap. FOTO: BAMBANG TRISMAWAN/RM.ID.

Di SDN 2 Petuk Katimpun, Gibran masuk ke ruang kelas dan menyapa para siswa yang mengenakan masker. Melihat kondisi udara yang masih diselimuti asap, dia meminta pemerintah daerah dan pihak sekolah memperhatikan kesehatan anak-anak.

Kegiatan belajar-mengajar, lanjut Gibran, perlu dikoordinasikan dengan orang tua murid dan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara. Langkah tersebut penting untuk mencegah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Maskernya tetap dipakai ya,” pesan Gibran kepada para siswa.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, untuk melihat kondisi satwa terdampak karhutla..

Selain sekolah, Gibran meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan satwa dan habitatnya.

Baca juga : Cegah Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini di Sumatera-Kalimantan

Dari Kalimantan Tengah, Gibran melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Selatan. Setibanya di Banjarmasin, dia langsung menuju Posko Penanggulangan Karhutla untuk menerima laporan kondisi terkini.

Di posko tersebut, Gibran menerima laporan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Turut hadir Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, Kapolda Kalsel Irjen Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen Ilham Yunus, serta jajaran terkait.

Usai menerima laporan, Gibran meninjau langsung proses pemadaman karhutla di Banjarbaru. Sejumlah lahan terlihat telah terbakar. Asap masih mengepul dari beberapa titik lahan gambut.

Petugas gabungan melakukan pemadaman dengan menyuntikkan air dan cairan surfaktan ke dalam lahan gambut. Inovasi tersebut digunakan untuk membantu air menembus lapisan gambut, menurunkan suhu, dan memadamkan bara di bawah permukaan.

Dalam arahannya di posko, Gibran meminta operasi modifikasi cuaca (OMC) dimaksimalkan untuk membantu menangani dampak karhutla.

“Saya kira kita tetap harus memaksimalkan modifikasi cuaca,” kata Gibran.

Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Gibran memastikan pemerintah terus mengupayakan penanganan terbaik sesuai arahan Presiden.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan dan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan Bapak Presiden,” ujarnya.

Gibran kembali mengingatkan pentingnya perlindungan anak-anak dan kelompok rentan. Dia meminta kegiatan belajar-mengajar terus dikoordinasikan dengan orang tua murid agar tidak meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat asap.

Baca juga : 8 Fakta Karhutla Hari Ini: Kalsel Nihil Hotspot, Kalbar Tertinggi

“Jangan sampai kasus ISPA meningkat. Kita jaga benar anak-anak, kaum rentan. Kita pastikan semuanya segera kembali pulih,” tegasnya.

Gibran juga meminta kepolisian memperkuat penindakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan. Kepala daerah juga diminta tidak sekadar menunggu laporan dari jajaran di bawah.

“Saya titip, harus selalu hadir di lapangan. Pastikan titik-titik baru, hotspot, fire spot, bisa benar-benar teratasi sehingga nanti ke depan semua akan bisa terkendali,” katanya.

Gibran mengapresiasi seluruh jajaran yang selama ini bekerja menangani karhutla. Setelah Kalimantan Selatan, Wapres melanjutkan kunjungan ke Kalimantan Barat untuk mengecek penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan kondisi karhutla di Kalimantan Selatan relatif lebih ringan dibandingkan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Pada hari peninjauan, kata Suharyanto, luas lahan yang dipadamkan sekitar 3,26 hektare. Namun, kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu karena titik api baru masih mungkin muncul atau titik lama kembali terbakar.

Secara nasional, Suharyanto menyebut luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 72.000 hektare di enam provinsi. Meski demikian, angka tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan periode El Nino 2023.

Menurut Suharyanto, persoalan karhutla saat ini bukan hanya api, tetapi juga asap yang ditimbulkan. Asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat hingga penerbangan.

Karena itu, BNPB akan memaksimalkan OMC. Berdasarkan informasi BMKG, pertumbuhan awan hujan pada minggu-minggu mendatang diperkirakan semakin banyak sehingga peluang pelaksanaan OMC juga meningkat.

Baca juga : Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalimantan Tengah

Suharyanto menegaskan pemerintah tidak akan menunggu hujan turun secara alami. Setiap ada potensi awan hujan yang memungkinkan untuk dilakukan OMC, operasi akan dilaksanakan.

“Sekecil apa pun potensi pertumbuhan awan hujan untuk OMC, laksanakan,” tegasnya.

OMC, lanjut Suharyanto, tidak hanya dilakukan di wilayah yang mengalami kebakaran. Hujan juga dapat diarahkan ke wilayah yang tidak terbakar tetapi berpotensi membantu mengurangi paparan asap.

Dia mencontohkan Banjarmasin. Meski kota tersebut tidak mengalami kebakaran, hujan yang turun di wilayah itu dapat membantu mengurangi paparan asap dari daerah lain.

Berdasarkan data penanganan karhutla di Kalimantan Selatan periode 1 Januari hingga 9 September 2026, tercatat 2.903 kejadian. Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi.

Total lahan yang terbakar mencapai 19.596 hektare. Luas terbakar terbesar berada di Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tanah Laut. Penanganan karhutla di Kalsel melibatkan 1.777 personel pemadam serta 372 personel yang bertugas sebagai komandan tim dan komandan kompi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor