BREAKING NEWS
 

Video Viral Seskab Teddy di LRT, Pengamat: Bukan Pengusiran, Ada Disabilitas

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 18 September 2026 20:29 WIB
Foto: Sekretariat Kabinet.

RM.id  Rakyat Merdeka - Video Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto di dalam LRT viral di media sosial.

Video tersebut memunculkan anggapan bahwa Teddy mengusir pejabat LRT dari gerbong.

Namun, pengamat menilai tindakan Teddy bukan pengusiran, melainkan pengaturan situasional untuk memberikan ruang bagi Presiden dan penumpang penyandang disabilitas.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan, tindakan Teddy dalam video tersebut tidak dapat dilepaskan dari konteks situasi saat perjalanan Presiden bersama LRT.

Baca juga : Prabowo Baiknya Memilih Menteri Loyal, Sibuk Kerja

Menurut Dedi, polemik muncul karena publik hanya melihat apa yang tampak di permukaan dari video yang beredar cepat di media sosial. Kondisi itu, kata dia, dapat memunculkan beragam penafsiran dan kesalahpahaman.

“Tapi harus dipahami bahwa publik tidak akan mengetahui hal-hal semacam itu. Publik hanya akan melihat apa yang tampak di permukaan secara langsung. Dan kita harus maklum kalau kemudian itu mendapatkan penafsiran yang berbeda dan menimbulkan kesalahpahaman yang tinggi,” kata Dedi.

Menurut Dedi, anggapan bahwa Teddy mengusir pejabat LRT juga sulit diterima jika melihat konteks agenda Presiden. Sebab, kegiatan tersebut memang berkaitan dengan LRT.

Adsense

“Padahal kalau kita berkaca pada realitas yang mungkin muncul, sebetulnya tidak akan mungkin Seskab Teddy mengusir pejabat LRT sementara agenda Presiden bersama LRT. Itu saya kira sesuatu yang mustahil,” ujarnya.

Baca juga : Seskab Teddy Dinilai Jadi Eksekutor Kunci Penertiban Kawasan Hutan

Dedi menjelaskan, pejabat LRT tersebut hanya dipindahkan posisinya untuk memberikan ruang bagi Presiden Prabowo dan seorang penumpang penyandang disabilitas.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai langkah situasional yang tidak berkaitan dengan kewenangan formal Seskab.

“Tapi hanya memindahkan posisi agar ada ruang bagi Pak Prabowo dan juga salah satu penumpang yang disabilitas itu, Prof. Itu kan tindakan-tindakan momentum, bukan tindakan formal, bukan disposisi,” kata Dedi.

Ia menambahkan, pengaturan tersebut lebih tepat dipahami sebagai inisiatif personal Teddy karena berada dalam situasi yang sama dengan Presiden.

Baca juga : Film Istimewa Angkat Kisah Anak Disabilitas Tentang Mimpi, Cinta, & Kebebasan

Hal itu berbeda dengan tindakan yang dilakukan dalam kapasitas formal sebagai Seskab.

“Artinya, karena Teddy melekat dan berada dalam situasi yang sama dengan Presiden, kemudian secara inisiatif dan personal mengatur siapa yang boleh ada di ruangan bersama Presiden, siapa yang harus didahulukan, dan lain-lain, itu saya kira adalah inisiatif personal Teddy sebagai orang dekat Presiden, bukan inisiatif Teddy sebagai Seskab,” tuturnya.

Dedi menegaskan, tindakan Teddy dalam video tersebut tidak berkaitan dengan kewenangan formal Seskab.

Menurutnya, pengaturan yang dilakukan dalam momentum perjalanan Presiden lebih merupakan inisiatif personal untuk menyesuaikan situasi di sekitar Presiden.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense