Dark/Light Mode

Pemkab Manggarai Timur Sebut Video Viral Camat Soal Bantuan BNPB Tidak Benar

Minggu, 23 Agustus 2026 22:22 WIB
Foto: Pemkab Manggarai Timur.
Foto: Pemkab Manggarai Timur.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur membantah pernyataan Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman, yang mengaku mendapat tekanan dari petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menandatangani berita acara penerimaan bantuan logistik.

Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Syukur mengatakan, pemerintah daerah telah menelusuri persoalan yang muncul setelah video Camat Agus beredar di media sosial. Menurutnya, tidak ditemukan adanya tekanan dari petugas BNPB dalam proses tersebut.

Dalam video pernyataan yang diterima pada Minggu (23/8/2026), Tarsi menjelaskan bantuan logistik dari pemerintah pusat disalurkan secara bertahap melalui posko utama yang dipimpin Sekretaris Daerah Manggarai Timur.

“Kita ada 12 kecamatan, wajib men-dropping logistik kepada masyarakat yang kena dampak,” tuturnya.

Menurut Tarsi, pemerintah daerah telah membentuk tim untuk menangani pendistribusian logistik ke wilayah terdampak. Tim tersebut bertugas menyalurkan bantuan ke posko-posko kecamatan.

“Tim itu yang kemudian meminta untuk menandatangani berita acara ketika memberi bantuan untuk masyarakat,” jelasnya. 

Baca juga : BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

Karena itu, Tarsi membantah adanya tekanan terhadap Camat Lamba Leda Utara.

“Sehingga apa yang dikatakan oleh camat (Lamba Leda Utara) bahwa ia ditekan oleh BNPB, itu tidak benar,” tegas Tarsi.

Ia menjelaskan, petugas BNPB berada di Manggarai Timur untuk memastikan bantuan logistik yang dikirim pemerintah pusat benar-benar sampai kepada masyarakat terdampak.

“BNPB hadir hanya untuk memastikan bantuan logistik sampai ke warga terdampak bencana. Bukan menekan seperti yang disampaikan camat,” terangnya.

Pemkab Akan Evaluasi

Tarsi mengatakan Pemkab Manggarai Timur akan menindaklanjuti persoalan tersebut dan melakukan evaluasi terhadap proses penyaluran bantuan.

Ia kembali menegaskan bahwa hasil penelusuran pemerintah daerah tidak menemukan adanya tekanan dari BNPB terhadap Camat Lamba Leda Utara.

Baca juga : BNPB Telah Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT

“Hasilnya apa yang disampaikan camat (Lamba Leda Utara) tidak benar. Tidak pernah menekan untuk menandatangani berita acara, lebih-lebih oleh BNPB,” tegasnya lagi.

Menurut Tarsi, keberadaan petugas BNPB di daerah juga berkaitan dengan pemantauan penyaluran bantuan untuk memastikan logistik yang dikirim pemerintah pusat telah sampai ke wilayah terdampak.

“Pemerintah daerah akan menindaklanjuti persoalan ini dan mengevaluasi,” tuturnya.

Tarsi juga berharap, video tersebut tidak dimanfaatkan untuk memperkeruh situasi di tengah penanganan bencana gempa bumi di Manggarai Timur.

“Kami berharap video ini tidak boleh dipakai untuk sesuatu hal untuk meruncing situasi yang tidak benar di Kabupaten Manggarai Timur,” tandasnya.

Video Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman yang terlihat marah kepada petugas BNPB di posko pengungsian sebelumnya viral di media sosial.

Baca juga : Update Gempa NTT: Total Gempa Susulan 5.688, Korban Jiwa 91

Peristiwa tersebut terjadi di Posko Logistik Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026) pagi.

Perdebatan tersebut berkaitan dengan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak gempa Flores. Momen itu terekam dalam video berdurasi sekitar 6 menit 15 detik yang kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut, petugas BNPB menanyakan alasan Agustinus marah dan berupaya menenangkan suasana.

Agustinus kemudian menjelaskan bahwa dirinya harus mengoordinasikan pembagian bantuan untuk sekitar 21.171 warga yang tersebar di 11 desa.

Petugas BNPB beberapa kali meminta agar persoalan tersebut dibicarakan dengan baik. Namun, Agustinus tetap menyampaikan keberatannya terkait proses distribusi bantuan.

Dalam video itu, Agustinus juga meminta petugas BNPB melihat langsung kondisi masyarakat di desa-desa. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.