Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Usai Video Viral Marahi Petugas BNPB, Camat Lamba Leda Utara Akhirnya Minta Maaf
Rabu, 26 Agustus 2026 19:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah video dirinya memarahi petugas BNPB saat meninjau bantuan gempa viral di media sosial.
Dalam klarifikasinya, Agus mengakui peristiwa tersebut dipahami secara berbeda oleh sejumlah pihak sehingga berpotensi merugikan BNPB, pemerintah daerah, maupun masyarakat penerima bantuan.
“Sesungguhnya, peristiwa itu lebih banyak tidak seperti yang dibagikan oleh beberapa pihak yang sangat merugikan BNPB dan Pak Deden sendiri, pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, serta pihak-pihak penerima manfaat dari bantuan dari peristiwa gempa ini,” ujar Agus.
Agus kemudian menjelaskan bahwa polemik tersebut bermula dari kesalahpahaman mengenai distribusi dan jumlah bantuan yang tersedia di wilayah Manggarai Timur.
Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat disalurkan hingga tingkat kabupaten. Selanjutnya, pemerintah kabupaten menerbitkan berita acara dan mendistribusikan bantuan logistik ke tingkat kecamatan.
Baca juga : Listrik & Sinyal di Flores Sudah Pulih 100 Persen
“Dari pusat hanya batasnya sampai di kabupaten. Kabupaten yang terbitkan berita acara dan distribusi logistiknya ke kecamatan,” jelasnya.
Agus mengakui, bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur memang cukup banyak. Namun, saat kejadian berlangsung, bantuan yang baru tiba di Kecamatan Lamba Leda Utara masih terbatas karena kendala transportasi.
“Untuk Kabupaten Manggarai Timur banyak. Tetapi situasinya pada saat itu baru satu pickup yang sudah masuk ke kecamatan terdaftar dan satu dump truck dan itu yang harus kami bagikan,” katanya.
Ia menjelaskan, pernyataan petugas BNPB mengenai banyaknya bantuan merujuk pada bantuan yang telah masuk ke wilayah Kabupaten Manggarai Timur secara keseluruhan, bukan seluruh bantuan yang sudah berada di Kecamatan Lamba Leda Utara.
“Yang dimaksud oleh Pak Deden adalah bantuan yang sudah masuk ke seluruh Kabupaten Manggarai Timur,” jelasnya.
Baca juga : Karhutla Seluas 72 Ribu Hektar, Pemerintah Minta Semua Pihak Ikut Turun Tangan
Agus mengatakan, setelah melihat perkembangan distribusi bantuan, dirinya menyaksikan langsung bantuan terus berdatangan untuk kemudian disalurkan ke 12 kecamatan di Manggarai Timur.
Klarifikasi Atas Inisiatif Sendiri
Agus juga membantah dirinya mendapat tekanan untuk memberikan klarifikasi terkait video yang beredar.
Dia menegaskan, kedatangannya dilakukan atas inisiatif sendiri sebagai bentuk tanggung jawab untuk meluruskan informasi yang berkembang.
“Saya tidak ditekan oleh siapa-siapa. Saya datang dengan inisiatif sendiri untuk memberikan klarifikasi,” tegasnya.
Menurut Agus, klarifikasi tersebut sengaja disampaikan untuk menghentikan berbagai informasi di media sosial yang dinilai telah melenceng dari kejadian sebenarnya.
Baca juga : BNPB Terima Bantuan 46,6 Ton untuk Perempuan-Anak Korban Gempa NTT
“Saya datang dengan niat baik untuk menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah dan lebih khususnya kepada Pak Deden dan BNPB,” ungkapnya.
Di akhir klarifikasinya, Agus kembali menyampaikan permintaan maaf kepada petugas BNPB, Deden, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, serta masyarakat yang terdampak akibat munculnya polemik tersebut.
“Sekali lagi saya mohon maaf semuanya. Pak Deden, terima kasih. Mohon maaf Pak Deden,” tutup Agus.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya