BREAKING NEWS
 

64 Pesawat & 54 Ribu Personel Diterjunkan

Karhutla Masih Mengkhawatirkan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 22 September 2026 07:56 WIB
Foto: BNPB

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia sejak Agustus 2026. Meski kekuatan darat dan udara telah dikerahkan, karhutla masih mengkhawatirkan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pengerahan kekuatan tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman karhutla, baik melalui operasi darat maupun udara.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” tulis Teddy seperti dilihat dari akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (21/9/2026).

Dari 64 pesawat yang dikerahkan, 55 unit milik BNPB, sembilan lainnya milik TNI. Sementara itu, 54.394 personel gabungan berasal dari unsur TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan, dan masyarakat.

Teddy mengatakan, luas wilayah terdampak serta kondisi lahan gambut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, pemerintah mengerahkan kekuatan melalui operasi pemadaman dari darat dan udara.

“Upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” ujarnya.

Baca juga : Kemerdekaan Palestina Tidak Bergantung Israel

Menurut Teddy, pemerintah terus mengerahkan seluruh kekuatan untuk memadamkan api sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman karhutla. “Seluruh kekuatan terus bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan berdasarkan data SiPongi terdapat 1.532 hotspot karhutla yang tersebar di sejumlah provinsi per Minggu (20/9/2026). Naik dibandingkan Sabtu (19/9/2026).

Sampai Minggu (20/9/2026), Kalteng memiliki 968 hotspot, Sumsel 285 hotspot, Kalimantan Barat (Kalbar) 98 hotspot, Kalimantan Selatan (Kalsel) 39 hotspot, Jambi 26 hotspot, dan Riau satu hotspot.

“Pemerintah terus memperkuat penanganan karhutla, terutama di wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Adsense

Dia menjelaskan, Kalteng masih menjadi wilayah dengan hotspot high confidence terbanyak di antara enam provinsi prioritas, meskipun jumlahnya mulai menurun dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada saat yang sama, peningkatan cukup signifikan di Sumsel menjadi perhatian dalam penentuan prioritas operasi.

Baca juga : Amanda Rigby Sah Jadi Istri Andre, Minta Ruang Bahagia

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengingatkan, pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.

“Berdasarkan pemantauan hingga 21 September, tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah di sebagian besar wilayah Indonesia pada kategori sangat mudah terbakar,” jelas Berton saat dihubungi, Senin (21/9/2026).

Ia mengatakan, peran masyarakat diperlukan dalam pemantauan dan pencegahan dini agar karhutla dapat segera ditangani.

Kemenkes Kerahkan 1.898 Nakes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan (nakes) serta mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik medis ke wilayah terdampak ancaman kesehatan akibat karhutla.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan, hingga 16 September 2026 tercatat lebih dari 151 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota.

Baca juga : Nangis Teringat Penderitaan Warga Gaza, Prabowo Pekikkan Free Palestina

Sebagai bentuk dukungan operasional dan penanganan medis di lapangan, Kemenkes juga telah mendistribusikan sejumlah bantuan logistik, yakni 1.927.554 masker, 280 unit mesin penghasil oksigen (oxygen concentrator), dan 36 tabung oksigen guna mendukung pasokan oksigen kritis. Kemenkes juga mengirimkan 328 dus makanan tambahan beserta pasokan obat-obatan dan vitamin penunjang daya tahan tubuh.

Dia menjelaskan, mesin penghasil oksigen dan tabung oksigen diprioritaskan untuk memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah dengan dampak karhutla terparah, di antaranya Kalsel, Kalteng, dan Riau.

Kemenkes juga menyiagakan penuh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, mencakup 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, serta 87 Labkesmas untuk penanganan medis cepat dan pengujian kualitas udara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense