Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pendidikan Gratis Dari SD Sampai Perguruan Tinggi, Mungkinkah?
Satriwan Salim: Kami Khawatir Hanya Gimik Komunikasi Saja
Senin, 21 September 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan biaya pendidikan negeri mulai dari sekolah dasar (SD) hingga universitas negeri harus gratis. Pernyataan Prabowo itu mendapat respons beragam. Di satu sisi, mendapat dukungan. Di sisi lain, pernyataan Prabowo dikhawatirkan hanya menjadi gimik komunikasi semata.
Sebelumnya, pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (19/9/2026) malam. Dia mengatakan, akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas upaya mewujudkan pendidikan negeri tanpa biaya tersebut.
“Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas (rapat terbatas) atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis,” katanya.
Prabowo kemudian merinci jenjang pendidikan negeri yang menurutnya harus digratiskan. “Biaya pendidikan negeri, SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” tegasnya.
Baca juga : BKSAP DPR Dalami Manfaat Perjanjian Dagang Internasional
Prabowo juga menyinggung sumber pendanaan untuk mewujudkan kebijakan pendidikan gratis tersebut. Menurut Prabowo, salah satu sumber pendanaan dapat berasal dari pengembalian uang negara yang selama ini dikorupsi atau dicuri.
“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uang nya yang dikorupsi, yang nyolong, yang dicuri,” tegas Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menyambut baik wacana Prabowo memperluas akses pendidikan gratis hingga perguruan tinggi. Menurut dia, pendidikan adalah hak warga negara dan jangan menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan terbaik.
“Skema pendidikan gratis sangat mungkin untuk didorong, tetapi harus disiapkan secara matang,” ujar Lalu Hadrian kepada Rakyat Merdeka melalui pesan WhatsApp, Minggu (20/9/2026).
Baca juga : Aura Kasih, ‘No’ Untuk Cowok Agresif Dan Posesif
Sementara itu, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim berpandangan, wacana pendidikan gratis hingga kuliah merupakan langkah yang sangat strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkualitas. Namun, dia mengaku khawatir hal tersebut hanya menjadi wacana semata.
“Kami merasa ragu dan khawatir, jangan sampai pernyataan Presiden ini kemudian terkesan hanya sebatas gimik komunikasi di depan forum atau pertemuan publik,” ungkap Satriwan Salim kepada Rakyat Merdeka, Minggu (20/9/2026).
Dia menambahkan, semangat optimistis yang disampaikan Presiden tersebut menjadi bertolak belakang, ketika diperhadapkan dengan realitas APBN serta kebijakan politik anggaran Pemerintah.
Satriwan menuturkan, pada postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, total anggaran pendidikan direncanakan sebesar Rp 820,9 triliun dan secara formal memang mencukupi syarat 20 persen.
Baca juga : Pastikan Kabinet Terus Bekerja, Prabowo: Kita Dituduh Kurang Komunikasi
“Namun, sebesar Rp240 triliun dari anggaran pendidikan tersebut justru dialokasikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis. Jadi, sisanya Rp 580,9 triliun dan itu sekitar 14,2 persen saja dari anggaran pendidikan,” tutur Satriwan.
Untuk mengetahui pandangan Satriwan Salim mengenai wacana Presiden menggratiskan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya