BREAKING NEWS
 

Update Pencarian 5 Jurnalis Hilang

1 ABK Ditemukan Di Pulau Enggano

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Kamis, 24 September 2026 07:45 WIB
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki (tengah) bersama Gubernur Banten Andra Soni (kiri), Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banten Al Amrad (kanan), Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea (kedua kiri), dan Kabid Dokkes Polda Banten Kombes Pol I Gusti Gede Dharma Arimbawa (kedua kanan) menunjukkan foto saat konferensi pers temuan jenazah anak buah kapal Arupadhatu 1, Surakman, di Mapolda Banten, Kota Serang, Banten, Rabu (23/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Rafsanjani/pma/kye)

RM.id  Rakyat Merdeka - Misteri hilangnya lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1 mulai menemukan titik terang. Satu korban ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Korban telah teridentifikasi sebagai Surakman, ABK KM Arupadatu 1.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengungkapkan, jenazah Surakman sebelumnya ditemukan tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (12/9/2026). Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek hitam dengan tinggi sekitar 163 sentimeter dan diperkirakan berusia sekitar 50 tahun.

“Pada hari kelima pencarian, kami mendapat informasi dari Bengkulu bahwa di Pulau Enggano ditemukan seorang jenazah Mr. X,” tutur Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026).

Biddokkes Polda Banten kemudian berkoordinasi dengan Biddokkes Polda Bengkulu setelah mendapat laporan temuan jenazah tersebut. Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencocokkan data antemortem delapan korban KM Arupadatu 1 dengan data postmortem jenazah Mr. X.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan data primer, antara lain sidik jari, gigi, dan DNA.

Hasil pemeriksaan DNA Pusdokkes Polri memastikan jenazah dengan kode PM/62/P.ENGGANO/01 merupakan Surakman, ABK KM Arupadatu 1 yang hilang kontak.

Baca juga : Trump Berterima Kasih Kepada Indonesia

Identitas jenazah dipastikan melalui kecocokan genetik dengan Yayat, putra kandung Surakman.

“Secara genetik PM/62/P.ENGGANO/01 teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat,” papar Hengki.

Hengki menambahkan, jenazah Surakman akan diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kedatangannya akan diterima Pemerintah Provinsi Banten, Basarnas, dan tim terpadu.

“Jenazah akan diberangkatkan Kamis, 24 September 2026 hari ini dari Dokkes Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta,” tuturnya.

Surakman merupakan satu dari delapan orang yang hilang setelah KM Arupadatu 1 bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Adsense

Yayat Suryadi, anak kedua Surakman, berusaha tegar dan ikhlas menerima kabar tersebut. “Sebagai anak sedih, namanya juga kehilangan orang tua. Tapi kita kembali ke takdir. Saya yakin Bapak sudah di surga. Dia mencari kerja, mencari nafkah. Saya ikhlas, mungkin ini yang terbaik,” ucap Yayat di Mapolda Banten.

Baca juga : KPK Terbitkan Sprindik, Usut TPPU Walkot Madiun

Dengan teridentifikasinya Surakman, masih ada tujuh orang lainnya yang hingga kini masih dalam pencarian. Keluarga M. Bagus Khoirunnas, salah satu jurnalis yang hilang kontak, berharap Basarnas kembali melakukan pencarian setelah jasad Surakman ditemukan di perairan Pulau Enggano.

“Kami berharap Basarnas kembali melakukan pencarian korban Selat Sunda, karena sudah ada titik terang,” harap Mansyur, ayah M. Bagus.

Senada, Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat Dwi Pambudo menyatakan, penemuan jasad Surakman menjadi petunjuk penting setelah operasi pencarian gabungan resmi dihentikan Basarnas pada hari ke-10, Kamis (16/9/2026).

“Ini bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas lainnya,” kata Dwi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

PFI secara resmi meminta Basarnas bersama tim SAR gabungan TNI/Polri segera membuka kembali operasi SAR gabungan. PFI meminta penyisiran intensif kembali dilakukan, terutama di kawasan sekitar lokasi ditemukannya jasad serta jalur perairan dari arah Selat Sunda menuju Enggano.

PFI Pusat mengingatkan komitmen otoritas SAR saat penutupan operasi pekan lalu yang menyatakan operasi penyelamatan akan dibuka kembali jika ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru keberadaan para korban.

Baca juga : Dave Laksono: Program Ini Langkah Positif Bentuk Karakter

“Kami meminta negara hadir maksimal. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya amat berarti,” ingatnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Banten Al Amrad menyatakan, keputusan untuk kembali membuka operasi SAR akan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi serta perkembangan informasi dari lapangan.

Al Amrad menerangkan, setelah operasi pencarian yang dijalankan selama 10 hari ditutup, pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas Bengkulu dan Lampung. “Hingga saat ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kansar Bengkulu, Kansar Lampung, dan nelayan untuk menyisir wilayah pesisir. Dan itu nihil,” kata Al Amrad di Mapolda Banten.

Al Amrad menjelaskan, hingga saat ini belum ada laporan lain mengenai penemuan objek maupun jenazah. Basarnas Banten memastikan akan bergerak cepat apabila ditemukan tanda-tanda baru.

E-broadcast telah kami lakukan, termasuk pemapelan, libatkan VTS, stasiun radio pantai, para nelayan, masyarakat di sekitar pesisir,” sambungnya.

Sedangkan Gubernur Banten Andra Soni memastikan pendampingan terhadap keluarga korban tetap diberikan. “Kami bersama-sama dengan Polda Banten akan terus mendampingi keluarga dan kita akan terus menginformasikan setiap perkembangan baru,” tutur Andra Soni di lokasi yang sama. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense