Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Meski Sepi Penggowes & Sering Diserobot Pemotor
Jalur Khusus Sepeda Tetap Dipertahankan
Kamis, 24 September 2026 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tetap mempertahankan jalur sepeda, meski sepi pesepeda dan sering diserobot pemotor. Sebab, pesepeda masuk kategori utama dalam hierarki transportasi.
Di jalur khusus sepeda yang cat hijaunya sudah retak-retak, seorang pria mengayuh sepeda lipat hitamnya pada sore yang hampir gelap itu.
Penampilannya sporty, dengan jaket olahraga hitam, celana pendek hitam dan sepatu olahraga berkelir putih. Kecepatan sepedanya sedang-sedang saja, sehingga Videografer Rakyat Merdeka sempat merekamnya.
Pada jam pulang kerja itu, kemacetan di sebelah jalur sepeda tak terelakkan. Pada rush hours alias jam sibuk, banyak pemotor yang menyerobot masuk ke dalam jalur sepeda untuk menghindari kemacetan.
Akibatnya, para penggowes berada di antara banyaknya motor yang melaju di jalur khusus untuk sepeda tersebut. Sulit untuk menilai, pesepeda itu dalam kondisi yang aman di jalur khusus sepeda ini.
Baca juga : Dave Laksono: Program Ini Langkah Positif Bentuk Karakter
Hingga hari menjadi gelap, Videografer RM tidak melihat pesepeda lain yang melintas di jalur khusus sepeda, dekat Halte Senayan Bank Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). Tapi, semakin banyak pemotor yang menyerobotnya.
Kondisi itulah yang memicu usulan masyarakat, agar jalur sepeda sebaiknya dihapus saja. Rakyat Merdeka pun pernah menerima usulan seperti itu.
Karena usulan seperti itu semakin gencar, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta menggelar rapat khusus mengenai nasib jalur sepeda.
“Kemarin, kami sudah rapat mengenai jalur sepeda, dan itu dipertahankan,” jelas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).
Menurut Budi, keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga fasilitas sistem transportasi perkotaan bagi pesepeda dan pejalan kaki yang berada di posisi pertama (teratas) dalam hierarki transportasi. Dengan demikian, harus diutamakan. “Tapi, ada beberapa yang akan dievaluasi,” imbuhnya.
Baca juga : Ardi Manto Adiputra: Kami Mendesak Presiden Batalkan Program KKRI
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, apakah jalur sepeda dihapus atau dipertahankan, akan dibahas secara khusus oleh jajaran Pemprov DKI. “Dalam waktu dekat ini,” katanya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).
Saat itu, menurut Pram, Pemprov DKI masih perlu mempertimbangkan pandangan komunitas pesepeda dan aspirasi masyarakat.
“Usulan komunitas pesepeda, salah satunya Bike to Work, itu dipertahankan,” kata Pram usai menghadiri Indonesia International Transport Summit 2026, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Sedangkan sebagian masyarakat menilai, jalur sepeda tidak digunakan sebagaimana peruntukannya. Dengan demikian, sebaiknya dihapus saja.
“Jalur itu lebih banyak digunakan untuk motor,” kata Pram, mengutip pandangan masyarakat yang mengusulkan jalur sepeda dihapus.
Baca juga : Komisi VIII Minta Kemenhaj Jangan Sampai Salah Data
Perbedaan pandangan yang tajam itu, membuat Pram merasa perlu ekstra berhati-hati, agar keputusannya tidak dianggap berdasarkan kegemarannya bersepeda.
“Pasti teman-teman tahu, saya ini pesepeda banget,” tuturnya. [RAA/EDY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya