RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta maaf kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Gibran memastikan, pemerintah melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Senin (28/9/2026), Gibran blusukan ke Batang, Jawa Tengah. Pertama Gibran blusukan ke RSUD Limpung, tempat para korban keracunan MBG dirawat.
Gibran tiba RSUD Limpung sekitar pukul 09.58 WIB. Kedatangannya disambut ratusan warga di area RSUD. Gibran yang mengenakan kemeja hitam lengan panjang dan celana krem datang bersama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi.
Gibran kemudian masuk ke ruang rawat inap untuk melihat kondisi pasien. Dia memastikan, seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal. Pemerintah juga menjamin keluarga korban tidak terbebani biaya pengobatan.
“Prioritas pertama kesehatan korban. Pasien yang masih dirawat harus mendapat pelayanan sampai pulih, sementara warga yang sudah pulang tetapi keluhannya kembali muncul harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan,” ujarnya.
Gibran sempat berdialog dengan salah satu pasien anak bernama Arsenio yang telah menjalani perawatan selama empat hari. Dia menanyakan kondisi anak tersebut dan memastikan apakah Arsenio sudah diperbolehkan pulang.
Baca juga : IHSG & Rupiah Kompak Merah
“Arsenio, kamu boleh pulang, ya, hari ini?” tanya Gibran.
Arsenio pun mengangguk. Dia mengatakan, kondisinya sudah membaik dan tidak lagi mengalami diare, pusing, mual, maupun muntah. “Sip. Besok sekolah, ya,” pesan eks Wali Kota Solo ini.
Dari RSUD Limpung, Gibran melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Bawang untuk menjenguk korban dugaan keracunan lainnya. Sejumlah pasien dewasa masih menjalani perawatan, salah satunya Eka Maria Zulfa yang mengaku masih mengalami sakit perut dan terasa melilit.
Gibran kemudian menanyakan perkembangan kondisi Eka dan mengingatkan agar keluhan kesehatan segera dilaporkan kepada petugas. “Segera pulih, Bu. Kalau masih ada keluhan-keluhan, dilaporkan ke sini, ya. Obat-obat yang sudah diberikan dikonsumsi, ya,” imbaunya.
Kepada para korban, Gibran menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Dia juga meminta pasien beristirahat dan memastikan kondisi kesehatan benar-benar pulih.
“Saya minta maaf ya, Bu, atas kejadian ini. Jenengan istirahat dulu, pastikan benar-benar sehat,” ujarnya.
Baca juga : Di Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan ATM Rekening Khusus Penampung Setoran
Gibran kemudian meninjau SD Negeri Pasusukan, salah satu sekolah yang siswa dan gurunya mengalami dugaan keracunan MBG. Kedatangannya disambut ratusan warga yang berjejer di pinggir jalan.
Di sekolah tersebut, Gibran berbincang dengan guru, siswa, dan wali murid di salah satu ruang kelas. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu kembali menyampaikan permohonan maaf dan memahami kekhawatiran orang tua terhadap kondisi kesehatan anak-anak mereka.
“Bapak-Ibu berhak khawatir dengan kondisi saat ini dan saya sangat memahami kekhawatiran Bapak-Ibu semua,” tuturnya.
Dalam dialog tersebut, salah satu orang tua siswa, Faizun meminta, Pemerintah mengevaluasi program MBG dan mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan carikan solusi terbaik, Pak. Yang jelas, tata kelolanya harus diperbaiki sehingga kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” janji Gibran.
Terkait penyebab dugaan keracunan, Gibran mengatakan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Ia meminta, investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran.
Baca juga : Bestari Barus: Pengaruh Jokowi Di PSI Sangat Besar
“Saya pastikan dilakukan dengan cepat dan hasil investigasi akan diinformasikan kepada Bapak-Ibu secara terbuka dan transparan,” tegasnya.
Selain investigasi, Gibran menekankan, perlunya evaluasi menyeluruh, khususnya terkait pengawasan keamanan pangan. Evaluasi tersebut mencakup pemenuhan standar higiene, waktu pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan langsung di lapangan.
“Kita ingin program prioritas Presiden ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan keamanan dan kualitas makanan sebagai prioritas,” tegasnya.
Diketahui, kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mulai dilaporkan pada Rabu (23/9/2026). Pada hari pertama, jumlah korban tercatat mencapai 276 orang dan kemudian terus meningkat.
Berdasarkan data terbaru Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, per Senin (28/9/2026) pukul 06.00 WIB, total terdapat 660 kasus. Saat ini, 34 orang masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan. FAQ
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.