BREAKING NEWS
 

Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Lakukan Reshuffle Ke-7 Kali

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 2 Oktober 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik para pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Reshuffle ketujuh yang dilakukan pada Kamis (1/10/2026), menyentuh sejumlah posisi strategis, mulai dari menteri, wakil menteri, hingga Kapolri.

Pelantikan para pejabat tersebut dilakukan Prabowo di Istana Negara, Jakarta. Para pejabat yang akan dilantik telah hadir di Istana sekitar pukul 13.00 WIB dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi biru muda.

Pada posisi Kapolri, Prabowo mengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan Komjen Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) RI. Pada saat pelantikan di Istana, Kapolri yang baru, sudah menyandang bintang empat di pundaknya.

Listyo Sigit kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurachman. Sementara Dudung ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) menggantikan Djamari Chaniago.

Di bidang luar negeri, Prabowo menunjuk Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Arrmanatha sebelumnya menjabat Wakil Menteri Luar Negeri, sedangkan Sugiono dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menggantikan Pratikno.

Baca juga : Jadi Kapolri Baru, Suyudi Usung Polri Bersama Masyarakat

Prabowo juga menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kemudian, Muhammad Sarmuji dipercaya menjadi Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sejumlah posisi wakil menteri juga mengalami perubahan. Dradjad Hari Wibowo ditunjuk sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sedangkan Nurcholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Adsense

Prabowo juga melantik Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan. Arianto Wibowo dipercaya sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selanjutnya, Mohammad Fadil Imran ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri, sementara Dedy Prasetyo yang sebelumnya menjabat Wakapolri dipercaya sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Baca juga : Kebijakan Baru Kepala BGN, Insentif Dapur MBG Rp 2.000/Porsi

Untuk Ombudsman RI, Prabowo menetapkan Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman dan Radyan Sam sebagai anggota untuk sisa masa jabatan 2026-2031.

Sepanjang pemerintahannya, Prabowo tercatat sudah melakukan tujuh kali reshuffle. Reshuffle pertama dilakukan 19 Februari 2025. Kedua, 8 September 2025. Ketiga, 17 September 2025. Keempat, 8 Oktober 2025. Kelima, 27 April 2026. Keenam, 14 September 2026. Ketujuh, Kamis, 1 Oktober 2026.

Usai dilantik, Menko PMK Sugiono mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Pratikno untuk mendalami pekerjaan rumah yang harus ditangani, terutama terkait penanganan bencana dan program pendidikan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden dalam melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,” ujar Sugiono.

Menlu Arrmanatha Nasir menegaskan, kepentingan nasional dan Asta Cita menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas barunya sebagai Menlu menggantikan Sugiono. Dia akan melanjutkan berbagai program strategis yang telah dirintis oleh Menlu sebelumnya, sekaligus memastikan diplomasi Indonesia tetap berorientasi pada kepentingan nasional.

Baca juga : KPK Sita Rp 1 Miliar Dan 4.900 USD Dari 2 Saksi

“Tentu kita akan memprioritaskan hal yang menjadi kepentingan nasional, Asta Cita, dan tentunya juga berkontribusi menjaga stabilitas di kawasan dan di tingkat global,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi mengingatkan agar pergantian menteri tidak dilakukan terlalu sering tanpa menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat. “Untuk ukuran presiden yang sedang menjabat baru dua tahun, melakukan tujuh kali perombakan itu bukan jumlah yang sedikit,” katanya.

Burhanuddin menilai sektor ekonomi menjadi salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian dalam evaluasi kabinet. Menurutnya, persoalan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi mikro perlu mendapatkan terobosan. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense