RM.id Rakyat Merdeka - Usia Kabinet Merah Putih tersisa tiga tahun. Agar semua program Pemerintah berjalan baik, para menteri diminta gaspol dalam bekerja.
Pada 20 Oktober nanti, pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan genap dua tahun. Berarti, sisa masa pemerintahan Prabowo-Gibran tiga tahun lagi.
Untuk mengoptimalkan kinerja, Prabowo sudah melakukan tujuh kali reshuffle kabinet. Yang terbaru, dilakukan Kamis (1/10/2026). Beberapa nama baru masuk menjadi “darah segar” meningkatkan kinerja kabinet.
“Publik berharap, reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Prabowo memperbaiki kinerja para anggota kabinetnya," kata Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Jumat (2/10/2026).
Baca juga : Hujan Mulai Turun, Elnino Masih Mengintai
Ia pun meminta seluruh menteri harus fokus membantu Prabowo menyukseskan program Pemerintah. Sejumlah kekurangan yang menjadi sorotan publik harus diperbaiki. "Menteri jangan hanya menikmati fasilitas negara namun minim kinerja,” wanti-wantinya.
Fernando lalu mengingatkan para menteri dari kalangan parpol, untuk bekerja seprofesional mungkin. Para menteri itu harus bisa melepaskan “baju politiknya” dan bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat.
"Harus gaspol untuk kesuksesan pemerintahan. Jangan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan partai. Terutama ketika mendekati tahun politik," pesan Fernando.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah memandang, ada sejumlah pekerjaan besar yang perlu segera dikonsolidasikan Pemerintah. Utamanya terkait persoalan kesejahteraan ekonomi serta stabilitas politik dan keamanan. Dua aspek itu masih perlu diperkuat di sisa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca juga : Pratikno Pimpin 25 Anggota Wantimpres
Dedi meminta para anggota kabinet lebih mengedepankan substansi kerja ketimbang membangun branding politik. Dengan begitu, fokus Prabowo dalam membangun negara dan pemerintahan dapat lebih mudah tercapai.
“Reshuffle, meskipun diperlukan secara politik, akan lebih baik jika juga menimbang persoalan kapasitas, jangan didominasi kepentingan politis,” ucap Dedi.
Sementara, pengamat kebijakan publik dari Universitas Negeri Surabaya Mubarok Eltran menganggap kinerja kabinet saat belum maksimal. Ia menyebut, indikatornya terlihat dari masih terdapat kekecewaan masyarakat terhadap kinerja sejumlah menteri.
Karena itu, Mubarok meminta para menteri memanfaatkan tiga tahun sisa pemerintahan Prabowo dengan bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat. Bukan kelompok maupun kepentingan pribadi. "Para menteri harus sungguh-sungguh merespons aspirasi rakyat,” tekannya.
Baca juga : Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Hakim Konstitusi Mau Istikharah
Sedangkan, pakar hukum dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengingatkan para menteri untuk fokus pada program-program yang menjadi ciri khas pemerintahan Prabowo. Jadi, bukan hanya melaksanakan tugas rutin dan seremonial.
"Kalau tugas rutin, itu sudah jalan sendiri siapa pun presidennya. Tapi, program-program yang khas Pak Prabowo, itu yang harus menjadi fokus para menteri,” ucap Fickar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.