BREAKING NEWS
 

Influenza A Beda Dengan Covid, Masyarakat Tak Usah Panik

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 4 Oktober 2026 07:40 WIB
Ilustrasi Influenza A. (Foto: AI/Chatgpt)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat diminta tidak panik menyikapi peningkatan aktivitas Influenza A di Indonesia. Pemerintah memastikan, Influenza A berbeda dengan Covid-19 dan peningkatannya masih mengikuti pola musiman.

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menjelaskan, peningkatan influenza memang tercatat dalam data pemantauan, tetapi belum menunjukkan Kejadian Luar Biasa (KLB) ataupun kemunculan virus influenza baru.

Berdasarkan data surveilans, subtipe yang dominan saat ini adalah Influenza A H1N1 PDM09. Strain tersebut merupakan turunan virus penyebab pandemi pada 2009 yang telah berevolusi dan kini menjadi bagian dari influenza musiman yang masih beredar.

“Keberadaan H1N1 PDM09 yang dominan dalam data tersebut tidak berarti munculnya virus baru ataupun KLB,” kata Dicky dalam tulisannya, dikutip Jumat (2/10/2026).

Dicky menjelaskan, perubahan subtipe influenza yang dominan dari satu musim ke musim berikutnya merupakan pola normal yang dapat terjadi pada virus influenza. Karena itu, dominannya influenza A tidak dapat diartikan sebagai munculnya pandemi baru seperti Covid-19.

Baca juga : 7 Oktober Disidang, Febrie Hadapi Dakwaan Berlapis

Dia juga mengingatkan, masyarakat untuk membedakan peningkatan proporsi spesimen yang positif influenza dengan peningkatan kasus influenza di seluruh populasi. Data surveilans sentinel hanya berasal dari fasilitas kesehatan tertentu sehingga digunakan untuk melihat kecenderungan atau tren influenza.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan aktivitas influenza memang mengalami peningkatan. Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dr. Andi Saguni menyatakan kenaikan aktivitas influenza terjadi di Indonesia, negara-negara Asia Tenggara, hingga secara global.

Berdasarkan surveilans sentinel ILI-SARI Kemenkes, positivity rate influenza pada minggu ke-38 2026 mencapai 56 persen. Dari 265 spesimen yang diperiksa, sebanyak 148 dinyatakan positif influenza.

Meski demikian, Kemenkes menyebut peningkatan tersebut masih mengikuti pola musiman. Aktivitas influenza biasanya meningkat mulai September hingga akhir tahun.

Adsense

Sepanjang 2026 hingga minggu ke-38, sebanyak 8.757 spesimen telah diperiksa. Dari jumlah tersebut, 1.527 dinyatakan positif influenza atau sekitar 17 persen.

Baca juga : Usut Kasus Pencucian Uang, KPK Geledah BAKD Dan Dinas Perdagangan Madiun

Andi juga menegaskan tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan pada Influenza A. Tingkat keparahannya masih serupa dengan flu musiman lainnya.

Bahkan, kasus subclade K di Indonesia menunjukkan penurunan. Sepanjang 2025 tercatat 166 kasus, sedangkan pada 2026 baru terdapat 22 kasus yang terakhir terdeteksi hingga minggu ke-16.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono turut meminta masyarakat tidak khawatir secara berlebihan. Dia menyebut, Influenza A umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

“Ini self-limiting disease, penyakit sembuh dengan sendirinya tanpa diobati. Jadi tidak berbahaya,” kata Dante di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurut Dante, pola peningkatan Influenza A juga masih sama dengan pola tahunan. Aktivitas influenza biasanya meningkat menjelang musim hujan dan kemudian menurun pada Februari hingga Maret.

Baca juga : Jenderal, Hapus Pungli, Sikat Beking-bekingan!

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, terutama kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, penderita penyakit penyerta, dan orang dengan kondisi imunokompromais.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan panic buying obat antivirus oseltamivir. Obat tersebut hanya diberikan berdasarkan pemeriksaan dan pertimbangan dokter, terutama bagi pasien influenza berat yang dirawat di rumah sakit.

“Yang perlu dilakukan masyarakat bukanlah membeli obat sebanyak-banyaknya, melainkan mengenali gejala, memahami tanda bahaya, dan mencari pertolongan pada waktu yang tepat,” kata Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalucia.

Kemenkes juga menegaskan peningkatan aktivitas Influenza A saat ini perlu disikapi dengan kewaspadaan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, bukan kepanikan. Pemerintah juga terus melakukan surveilans untuk memantau perkembangan aktivitas influenza di masyarakat. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense