RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah tokoh mengapresiasi buku Muhammadiyah dan Masa Depan Agama karya Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dadang Kahmad. Buku ini dinilai relevan untuk melihat tantangan kehidupan beragama sekaligus peran Muhammadiyah di tengah perubahan zaman.
Buku tersebut diluncurkan di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Senin (5/10/2026), bertepatan dengan Milad ke-74 Dadang Kahmad.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, buku tersebut mengangkat persoalan yang relevan dengan kehidupan beragama di tengah masyarakat modern. Menurutnya, agama harus tetap hadir sebagai sumber nilai dan menjadi “kanopi suci” di tengah kegersangan rohani.
Agama juga perlu menjangkau generasi muda dan mampu memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Muhammadiyah harus hadir sebagai kekuatan solutif, termasuk di Jawa Barat,” ujar Haedar.
Baca juga : Jenderal, Hapus Pungli, Sikat Beking-bekingan!
Haedar menilai Muhammadiyah perlu terus menghadirkan agama sebagai kekuatan yang memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Ia juga mendorong Muhammadiyah memperkuat perspektif future studies agar mampu membaca perubahan dan mempersiapkan masa depan.
Menurut Haedar, agama tidak cukup berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sosial dan kerja nyata.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melalui tayangan video. Fajar mengenal Dadang sebagai akademisi, sosiolog, dan intelektual Muhammadiyah dari Jawa Barat yang memahami dinamika kehidupan beragama di Indonesia.
“Saya mengapresiasi kehadiran buku beliau ini karena mencerminkan refleksi dan kedalaman pemikiran beliau, khususnya dalam melihat dinamika Muhammadiyah dan tantangan zaman,” ujar Fajar yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah.
Menurut Fajar, buku tersebut memberikan kontribusi bagi dunia akademik, khususnya dalam kajian sosiologi agama yang bersinggungan dengan kehidupan masyarakat dan keumatan.
Baca juga : DPP Gema Bangsa Sambangi PP Muhammadiyah Di Yogyakarta
Pandangan mengenai pentingnya membaca perubahan zaman juga sejalan dengan semangat Muhammadiyah Jawa Barat. Ketua PWM Jawa Barat mengatakan gagasan dalam buku Dadang sejalan dengan visi Muhammadiyah Jawa Barat dalam mempersiapkan Persyarikatan menghadapi masa depan dan memastikan kehadirannya tetap relevan bagi masyarakat.
Dari kalangan akademik, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosihon Anwar turut mengapresiasi karya tersebut. Ia menyebut Dadang bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sosok orang tua yang telah memberikan kontribusi besar bagi UIN Bandung.
“Bagi saya, Pak Dadang Kahmad bukan hanya guru, tetapi juga orang tua. Beliau sangat berkontribusi bagi UIN Bandung,” ujar Rosihon.
Rosihon juga mengapresiasi pemikiran Dadang, termasuk dalam kajian Islam perkotaan. Ia mendoakan agar Dadang diberikan umur panjang dan keberkahan.
Sementara itu, Dadang Kahmad mengatakan buku Muhammadiyah dan Masa Depan Agama lahir dari refleksinya selama bertahun-tahun mengenai Muhammadiyah dan perubahan zaman.
Baca juga : Hari Bahasa Isyarat, Wamen Fajar Pastikan Digitalisasi Ramah ABK
Menurut Dadang, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini berbeda dengan masa Kiai Ahmad Dahlan. Jika dahulu persoalannya antara lain kemiskinan dan kebodohan fisik, kini masyarakat menghadapi “kemiskinan makna” di tengah kelimpahan materi serta “kebodohan digital” di tengah banjir informasi.
Di tengah era disrupsi dan perkembangan kecerdasan buatan, Dadang mengajak Muhammadiyah kembali pada akar tajdid dan terus berdialog dengan perkembangan zaman.
“Kekuatan Muhammadiyah bukan terletak pada besarnya aset fisik yang dimilikinya, melainkan pada kelenturan ideologisnya dalam berdialog dengan zaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya,” tulis Dadang dalam bukunya.
Peluncuran buku di UMB turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Rektor UMB beserta jajaran, Rektor UHAMKA beserta jajaran, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung beserta jajaran, para rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Barat, serta pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Jawa Barat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.