Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bertemu Siswa Papua, Wamen Fajar Tanamkan Semangat Persatuan dan Kepemimpinan
Jumat, 25 September 2026 19:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak siswa Papua untuk percaya diri meraih cita-cita dan tidak ragu mengambil peran dalam membangun daerah asal maupun Indonesia. Pesan itu disampaikan saat Fajar mengunjungi Sekolah Anak Indonesia (SAI) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Fajar menanamkan nilai persatuan, kepemimpinan, dan kepercayaan diri kepada para siswa. Ia juga berdialog langsung mengenai pengalaman belajar, cita-cita, serta kondisi daerah asal mereka.
SAI merupakan sekolah berasrama bagi anak-anak Papua yang dikelola Yayasan Alirena. Sekolah tersebut mengembangkan pendidikan berbasis potensi anak, budaya, dan alam untuk membentuk generasi muda yang mandiri dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Papua.
Dalam kunjungannya, Fajar meninjau pelaksanaan ujian, perpustakaan, ruang kelas, hingga ruang praktik keterampilan. Ia juga berbincang dengan sejumlah siswa mengenai pengalaman mereka selama mengikuti pendidikan di SAI.
Seorang siswi asal Nabire mengaku menjadi lebih mandiri dan fokus belajar sejak tinggal di asrama. Ia bercita-cita menjadi pramugari dan ingin membangun kampung halamannya.
Sementara itu, siswi asal Intan Jaya bercita-cita menjadi dokter. Ia ingin kembali berkontribusi bagi daerah asalnya yang masih membutuhkan tenaga kesehatan.
Saat mengunjungi ruang praktik keterampilan, Fajar menyapa siswa yang sedang membuat kukis, memasak mi, dan meracik kopi. Ia mengapresiasi keterampilan yang dikembangkan para siswa sekaligus mengaitkannya dengan pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga : Abdul Mu’ti: Prinsip Ekonomi Syariah Adalah Distribusi Kekayaan
"Kukis ini enak, bisa dibuat untuk Natal dan Lebaran. Kita harus terus menjaga persatuan dan saling menghargai," ujar Fajar.
Dalam dialog di kelas, Fajar mengajak siswa membahas nilai agama, kemanusiaan, dan persatuan. Ketika ditanya mengenai alasan manusia perlu beragama, para siswa menjawab bahwa agama mengajarkan manusia untuk saling mengasihi, menghargai, rendah hati, dan menghormati orang tua.
Fajar kemudian menegaskan bahwa perbedaan agama maupun suku tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkontribusi dan menjadi pemimpin.
"Pendidikan dan agama mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan menghargai. Apa pun agama dan suku kita, kita adalah Indonesia. Papua adalah Indonesia. Siapa pun, dari mana pun asalnya, boleh menjadi pemimpin Indonesia," tegasnya.
Fajar kemudian mengajak para siswa membayangkan diri mereka sebagai pemimpin bangsa pada masa mendatang.
"Ini adalah masa depan pemimpin Papua dan masa depan Indonesia. Siap memimpin Indonesia?" tanya Fajar.
Pertanyaan tersebut disambut antusias para siswa.
Baca juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Wamen Fajar Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Unggul
Dalam dialog itu, Estus, siswa asal Intan Jaya, bertanya bagaimana pendidikan dapat mengembangkan bakat siswa tanpa membatasi kebebasan mereka dalam belajar.
Menjawab pertanyaan tersebut, Fajar menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu'ti terus mendorong pembelajaran yang interaktif dan menggembirakan. Pendekatan tersebut juga memberikan ruang bagi siswa untuk berpikir kritis serta mengembangkan minat dan bakat.
"Kami mendorong pendidikan yang membebaskan, yang memberikan ruang bagi anak untuk bertanya, berdialog, serta mengembangkan minat dan bakatnya. Saya melihat pendekatan tersebut sudah dipraktikkan di sekolah ini," jelas Fajar.
Pengalaman belajar yang menyenangkan juga disampaikan Mita, siswi asal Intan Jaya. Ia menceritakan bahwa situasi konflik di daerah asalnya pernah memengaruhi kegiatan sekolah.
Namun, selama belajar di SAI, Mita merasa lebih nyaman karena mendapatkan ruang untuk bertanya, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat.
Fajar mengapresiasi pendekatan pembelajaran yang diterapkan SAI karena memanfaatkan budaya dan kehidupan sehari-hari siswa sebagai bagian dari proses pendidikan.
Ia mencontohkan penggunaan busur panah sebagai media pembelajaran matematika serta seni ukir Asmat untuk mengembangkan kreativitas siswa.
Baca juga : Skoring TKA SMA/SMK 2026: Rentang Nilai 200-800, Istimewa 725,00
"Inilah pendidikan yang memanusiakan manusia, terkoneksi dengan alam, mengembangkan bakat, dan memperkuat kemandirian anak," ujarnya.
Mengakhiri kunjungan, Fajar menyerahkan buku-buku nonteks dari Pusat Perbukuan Kemendikdasmen untuk memperkuat budaya literasi para siswa.
Ia berharap pengalaman belajar yang diperoleh siswa di SAI dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tanah kelahiran dan ikut membangun Papua.
"Semoga hal-hal baru dan baik yang kalian dapatkan di sini bisa kalian sebarkan di tanah kelahiran kalian. Suatu saat nanti, saya berharap kalian menjadi orang-orang hebat yang membawa manfaat bagi Papua dan Indonesia," pungkas Fajar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya