Dark/Light Mode

Hari Bahasa Isyarat, Wamen Fajar Pastikan Digitalisasi Ramah ABK

Jumat, 25 September 2026 19:56 WIB
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq belajar bersama siswa SLB Negeri Handayani menggunakan Papan Interaktif Digital di Sukabumi, Kamis (24/9/2026).
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq belajar bersama siswa SLB Negeri Handayani menggunakan Papan Interaktif Digital di Sukabumi, Kamis (24/9/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mendorong pengembangan pembelajaran digital yang semakin ramah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Hal itu disampaikan saat mengunjungi SLB Negeri Handayani, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026), dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional.

Dalam kunjungannya, Fajar mengajak para siswa menggunakan Papan Interaktif Digital (PID), salah satu bagian dari program digitalisasi pembelajaran dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Kedatangan Fajar disambut antusias para siswa. Ia mengajak Rasyid, siswa jenjang SMA dengan autisme, maju ke depan kelas untuk belajar mengenal mata uang rupiah melalui PID.

"Ini untuk apa, Pak Wamen?" tanya Rasyid saat melihat layar interaktif di hadapannya.

Didampingi guru, Fajar kemudian mengajak Rasyid mengikuti pembelajaran melalui layar digital tersebut. Siswa lainnya juga terlihat antusias menjawab pertanyaan yang diberikan.

Baca juga : 2 Wamen Hadir Di UMMI, Ajak Mahasiswa Siapkan Kompetensi Masa Depan

Fajar kemudian belajar sambil bermain menggunakan PID bersama Khanza, siswi jenjang SMA dengan tunagrahita.

"Insya Allah, tahun ini PID akan ditambah lagi atas arahan Bapak Presiden. Kami ingin memastikan program prioritas pemerintah juga hadir untuk anak-anak kita di sini. Inilah cerminan pendidikan bermutu untuk semua," ujar Fajar.

SLB Negeri Handayani memiliki 211 siswa serta 45 guru dan tenaga kependidikan. Sekolah tersebut menjadi salah satu SLB dengan jumlah siswa terbesar di Kabupaten Sukabumi.

Dalam dialog dengan para guru, Fajar menanyakan pengalaman dan kendala penggunaan PID dalam pembelajaran. Para guru menyampaikan bahwa sebagian materi digital yang tersedia belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan ABK.

Untuk mengatasi hal tersebut, para guru berinisiatif mengembangkan permainan edukatif. Mereka juga berharap tersedia lebih banyak materi pembelajaran yang berkaitan dengan kemandirian siswa.

Baca juga : Bertemu Siswa Papua, Wamen Fajar Tanamkan Semangat Persatuan dan Kepemimpinan

Menanggapi hal tersebut, Fajar mengatakan pemerintah akan terus memperbaiki dan memperbanyak konten pembelajaran yang dapat digunakan ABK.

"Kami akan terus memperbaiki dan memperbanyak konten pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus di PID. Kami juga mendorong agar Rumah Pendidikan semakin ramah bagi mereka," tegas Fajar.

Fajar mengatakan pemerataan akses pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran terus didorong pemerintah, termasuk bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga berdialog dengan Dadang, ketua komite sekolah yang anaknya kini duduk di kelas XII. Dadang mengaku terbantu dengan laporan perkembangan belajar yang disampaikan guru secara berkala.

Ia juga menceritakan cita-cita anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan menekuni bidang teknologi informasi.

Baca juga : Menuju Indonesia Emas 2045, Wamen Fajar Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Unggul

Sementara itu, Nandra, salah seorang guru, mengatakan hubungan kekeluargaan antara guru, siswa, dan orang tua di SLB Negeri Handayani terjalin erat. Mereka saling mendukung agar setiap anak mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhannya.

Menurutnya, dukungan tersebut penting agar siswa dapat tumbuh mandiri sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dalam kunjungan itu, Fajar juga menyerahkan bantuan buku dan bantuan pemerintah kepada pihak sekolah. Bantuan tersebut diharapkan mendukung peningkatan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

"Setiap anak memiliki potensi, harapan, dan cita-cita yang harus kita dukung bersama. Tugas kita memastikan mereka mendapatkan pembelajaran sesuai kebutuhannya. Tidak boleh ada anak yang tertinggal. Inilah wujud komitmen kami dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua," pungkas Fajar.

Dalam kunjungan tersebut, Fajar didampingi Tenaga Ahli Wamendikdasmen Fahmi Syahirul Alim dan Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen Cecep Somantri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.