BREAKING NEWS
 

KPK Ungkap Bupati Klaten Simpan Uang Rp 1,9 Miliar dalam Tong Biru

Reporter : MOEHAMMAD WAHYUDIN
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 16 Oktober 2026 08:07 WIB
Foto: M. Wahyudin/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo diduga menyimpan uang hasil penerimaan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di dalam tong plastik.

Wadah tersebut turut diamankan penyidik sebagai barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Klaten. Tong biru dari plastik tersebut dipanggul penyidik, dari mobil yang membawa Bupati Klaten. Bagian atasnya tertutup rapat, dan dilabeli garis KPK. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik mengamankan uang tunai senilai Rp 1,9 miliar dalam operasi tersebut. Jumlah itu lebih besar dari perkiraan awal yang sebelumnya disampaikan KPK, yakni sekitar Rp 1 miliar.

“Kemudian tadi teman-teman juga melihat ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini. Bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang,” ungkap Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Bupati Hamenang tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 06.58 WIB bersama sejumlah pihak yang terjaring OTT.

Baca juga : Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng Tiba di Gedung KPK Usai di-OTT

Di antara mereka terdapat Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah, serta sejumlah pihak lainnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Hamenang terlihat mengenakan jaket dan topi hitam serta masker. Saat disapa awak media, ia meletakkan lengan kanannya di dada, kemudian menunduk sebelum naik ke lantai dua menuju ruang pemeriksaan.

Sementara itu, tangan kirinya menarik sebuah koper. Sejumlah pihak lainnya turut memasuki gedung dengan pengawalan petugas.

Adsense

Budi mengatakan, dari total 19 orang yang diamankan di wilayah Klaten dibawa ke Jakarta, sebanyak sembilan orang dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.

“Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, di antaranya adalah Bupati Klaten dan Kepala Perwakilan BPK Jateng,” ujar Budi.

Baca juga : Terkait Dugaan Suap Perizinan Hingga Audit, KPK OTT Bupati Klaten

Dengan demikian, terdapat 10 pihak yang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Sembilan orang di antaranya dibawa dari Klaten, sedangkan satu orang lainnya merupakan ASN BPK yang diamankan di Jakarta.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta pada Kamis (15/10/2026). Dalam operasi senyap tersebut, petugas mengamankan total 20 orang.

“Salah satunya adalah Bupati Klaten, di mana para pihak tersebut diamankan di wilayah Klaten dan Jakarta,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026) malam.

Budi mengungkapkan, OTT tersebut berkaitan dengan dua dugaan perkara korupsi.

Baca juga : OTT Klaten, KPK Juga Amankan Kepala BPK Jateng

Pertama, dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya dari OPD Pemkab Klaten.

Kedua, dugaan pemberian uang dari oknum Pemkab Klaten kepada oknum BPK yang berkaitan dengan proses pemeriksaan atau audit BPK di lingkungan Pemkab Klaten.

KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense