Dark/Light Mode

OTT Klaten, KPK Juga Amankan Kepala BPK Jateng

Jumat, 16 Oktober 2026 05:22 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto: Oktavian/RM)
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto: Oktavian/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dia diamankan bersama Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan sejumlah pihak lainnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, total ada 20 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.

Baca juga : KPK: OTT Bupati Klaten Terkait Dugaan Pengadaan, Perizinan, Hingga Audit BPK

Sebanyak 19 orang ditangkap di wilayah Klaten, sedangkan satu orang lainnya diamankan di Jakarta.

Mereka terdiri dari sejumlah unsur, yakni Bupati Klaten, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Klaten, ASN BPK, dan pihak swasta.

“Jadi, pihak-pihak dari ASN BPK ada dua orang. Benar, salah satunya adalah Kepala Perwakilan Jawa Tengah,” ujar Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/10/2026) malam.

Baca juga : OTT Bupati Klaten, KPK Amankan Barang Bukti Rp 1 Miliar

Budi menjelaskan, perkara tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Klaten.

Dugaan penerimaan itu mencakup pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya dari organisasi perangkat daerah (OPD).

Selain itu, KPK menduga terdapat pemberian dari pihak Pemkab Klaten kepada oknum BPK yang berkaitan dengan proses audit di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut.

Baca juga : OTT Klaten, KPK Amankan 20 Orang

"Saat ini pemeriksaan atau permintaan keterangan masih di tahap penyelidikan. Kita sama-sama tunggu prosesnya karena malam ini dijadwalkan untuk gelar perkara,” ucap Budi.

Dalam OTT tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai sekitar Rp 1 miliar. Namun, jumlah pasti uang yang diamankan masih dalam proses penghitungan lebih lanjut.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status para pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.