BREAKING NEWS
 

KPK Ungkap 5 Klaster Dugaan Korupsi dalam OTT Bupati Klaten

Reporter : MOEHAMMAD WAHYUDIN
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 16 Oktober 2026 09:15 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto: M. Wahyudin/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap lima klaster dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.

Empat klaster di antaranya terkait dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten.

Sedangkan satu klaster lainnya menyangkut dugaan pemberian uang kepada oknum BPK terkait pemeriksaan atau audit.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, empat klaster dugaan penerimaan tersebut meliputi pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, serta penerimaan lainnya dari dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

“Selain itu juga, kegiatan penyelidikan ini diduga terkait adanya dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum di BPK dalam kaitannya pemeriksaan atau audit BPK di Pemerintah Kabupaten Klaten,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026) pagi.

Baca juga : KPK Ungkap Bupati Klaten Simpan Uang Rp 1,9 Miliar dalam Tong Biru

“Sehingga dalam perkara ini ada lima klaster,” sambungnya.

Budi juga mengungkapkan, Bupati Hamenang diduga menyimpan uang hasil penerimaan tersebut di dalam gentong atau tong plastik.

Wadah itu turut diamankan penyidik sebagai barang bukti dalam OTT. Dalam operasi tersebut, KPK menyita uang tunai senilai Rp 1,9 miliar.

Jumlah itu lebih besar dibandingkan perkiraan awal yang disampaikan KPK, yakni sekitar Rp 1 miliar.

Adsense

“Kemudian tadi teman-teman juga melihat ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini. Bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang,” ungkap Budi.

Baca juga : Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng Tiba di Gedung KPK Usai di-OTT

Berdasarkan pantauan di Gedung Merah Putih KPK, rombongan Bupati Hamenang tiba sekitar pukul 06.58 WIB. Hamenang terlihat mengenakan jaket dan topi hitam serta masker.

Saat disapa awak media, ia meletakkan lengan kanannya di dada, kemudian menunduk sebelum naik ke lantai dua menuju ruang pemeriksaan. Sementara itu, tangan kirinya menarik sebuah koper.

Sejumlah pihak lainnya turut memasuki gedung dengan pengawalan petugas. Seorang penyidik terlihat membawa gentong plastik berwarna biru yang diduga digunakan untuk menyimpan uang tersebut.

Budi mengatakan, sembilan orang dari total 19 orang yang diamankan di wilayah Klaten dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 07.00 WIB.

“Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, di antaranya adalah Bupati Klaten dan Kepala Perwakilan BPK Jateng,” ujar Budi.

Baca juga : Terkait Dugaan Suap Perizinan Hingga Audit, KPK OTT Bupati Klaten

Saat ini, terdapat 10 pihak yang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

Mereka terdiri atas sembilan orang yang dibawa dari Klaten dan satu orang lainnya yang sebelumnya diamankan di Jakarta, yakni aparatur sipil negara (ASN) BPK.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan Jakarta pada Kamis (15/10/2026). Dalam operasi senyap tersebut, petugas mengamankan total 20 orang.

“Salah satunya adalah Bupati Klaten, di mana para pihak tersebut diamankan di wilayah Klaten dan Jakarta,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026) malam.

KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam lima klaster tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense