RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama meluncurkan berbagai capaian strategis sektor Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), khususnya Universitas Islam Negeri (UIN), dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai program prioritas yang digulirkan terbukti mampu mendorong kampus-kampus Islam Indonesia menembus jajaran perguruan tinggi elit dunia sekaligus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa transformasi masif PTKI merupakan wujud komitmen Kementerian Agama dalam mengawal Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, terutama Asta Cita ke-4 yang berfokus pada penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, dan pendidikan.
Baca juga : BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat Pembiayaan dan Pemberdayaan Jutaan UMKM
“Kalau ditanya apa yang ingin kami capai dari seluruh ikhtiar tersebut, jawabannya sederhana dan sekali lagi ini menjadi amanah Presiden Prabowo, yaitu kami ingin kehadiran negara melalui Kementerian Agama semakin dirasakan masyarakat,” ujar Menag dalam Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Asta Cita, Senin (19/10/2026).
Di bidang pendidikan tinggi keagamaan, perhatian utama Kemenag adalah mendorong kualitas akademik hingga bereputasi internasional tanpa mengabaikan aspek keadilan akses bagi masyarakat kurang mampu.
Kualitas Riset UIN Tembus Peringkat Dunia
Baca juga : Komisi X Usul Hapus Sistem Desil Tentukan Biaya Kuliah
Lompatan terbesar PTKI tercermin dari masuknya sejumlah UIN dalam pemeringkatan perguruan tinggi bergengsi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2027. Dalam pilar Research Quality, empat UIN berhasil mendominasi jajaran 10 besar perguruan tinggi dengan kualitas riset terbaik di Indonesia, yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Jati Bandung.
Capaian akademik ini semakin diperkuat dengan keberhasilan sejumlah guru besar UIN yang masuk dalam jajaran 2% ilmuwan paling berpengaruh di dunia (World's Top 2% Scientists).
Baca juga : PLN EPI Beri Beasiswa Penuh kepada 10 Mahasiswa dari Indonesia Timur
Menteri Agama menegaskan, reputasi internasional tersebut membuktikan bahwa kualitas lulusan dan keilmuan kampus Islam Indonesia kini telah diakui secara global.
“Buktinya, lembaga pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama tidak mengecewakan, bahkan di tingkat lanjutan banyak sekali alumni-alumni kita yang diterima di berbagai negara dan universitas terbaik dunia,” tegas Menag.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.