BREAKING NEWS
 

Gaung Garuda 2026 Sukses Gaet 1.000 Pengunjung Eropa, Promosikan Budaya Indonesia di Hannover

Reporter & Editor :
APRIANTO
Senin, 26 Oktober 2026 12:07 WIB
Penyanyi Tulus saat tampil festival Gaung Garuda 2026 di Hannover, Jerman. (Foto: Dok. PPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Festival musik, budaya, dan kuliner Indonesia, Gaung Garuda 2026, sukses menarik sekitar 1.000 pengunjung dari berbagai negara Eropa. Digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hannover di Kulturzentrum Faust, Hannover, festival bertema “A Celestial Night” ini menjadi ajang promosi budaya Indonesia sekaligus memperkuat diplomasi budaya di Jerman.

Pengunjung yang hadir tak hanya berasal dari berbagai wilayah di Jerman, tetapi juga Belanda, Austria, dan Swiss. Masyarakat lokal Hannover turut memadati acara yang menjadi ruang silaturahmi diaspora Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.

Penampilan penyanyi Tulus menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Dalam suasana konser yang hangat dan intim, para penonton larut bernyanyi bersama mengikuti lagu-lagu yang dibawakan. Suara sekitar seribu penonton yang berpadu menciptakan atmosfer menyerupai paduan suara besar, menghadirkan pengalaman musikal yang dekat dan personal.

Namun, Gaung Garuda 2026 bukan sekadar panggung bagi musisi ternama Indonesia. Festival ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia di Jerman untuk unjuk bakat dan kreativitas. Sejumlah grup musik yang beranggotakan pelajar Indonesia ikut memeriahkan acara, sekaligus menjadikan festival ini sebagai ruang bagi talenta diaspora untuk berkarya dan dikenal lebih luas.

Baca juga : Jerman Bidik Talenta Unggul Melalui Akademik

Suasana Nusantara juga terasa di area bazar kuliner. Beragam hidangan khas Indonesia disajikan, mulai dari nasi Padang, nasi rames, makanan ala warteg, hingga aneka jajanan pasar dan kue basah tradisional. Kuliner tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana memperkenalkan budaya Indonesia melalui cita rasa khas Tanah Air.

Gaung Garuda 2026 turut dihadiri perwakilan diplomatik Indonesia, yakni Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Fajar Wirawan Harijo dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hamburg Renata Siagian. Kehadiran keduanya mencerminkan dukungan terhadap inisiatif komunitas pelajar dalam memperkuat hubungan sosial dan pertukaran budaya Indonesia-Jerman.

Adsense

Wakil Ketua Pelaksana Gaung Garuda 2026, Vicko Jacklaudy, mengatakan festival ini lahir dari semangat kebersamaan mahasiswa Indonesia di perantauan. Menurutnya, Gaung Garuda dirancang bukan hanya sebagai konser, tetapi juga sebagai ruang membangun koneksi, berbagi pengalaman, dan membuka kesempatan bagi talenta muda Indonesia di Jerman untuk berkembang.

“Gaung Garuda berangkat dari semangat kebersamaan komunitas mahasiswa Indonesia di perantauan. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar konser, melainkan ruang untuk membangun koneksi, berbagi pengalaman, dan memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda Indonesia di Jerman untuk tampil dan berkembang. Melihat antusiasme penonton dari berbagai negara menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Vicko.

Baca juga : Terima Delegasi Parlemen Jerman, Stafsus Menag Paparkan Komitmen Prabowo soal Kerukunan

Perjalanan Gaung Garuda menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun. Pertama kali digelar pada 2013 sebagai pentas seni komunitas lokal, festival ini mulai menghadirkan musisi ternama Indonesia pada 2022. Sejumlah penyanyi yang pernah meramaikan acara ini antara lain Nadin Amizah dan Isyana Sarasvati. Pada penyelenggaraan 2026, giliran Tulus yang tampil di hadapan ribuan penonton.

Di balik kemeriahan acara, Gaung Garuda juga membawa misi sosial melalui konsep charity event atau kegiatan amal. Tahun ini, festival tersebut menghasilkan keuntungan sekitar Rp40 juta yang direncanakan untuk disalurkan dalam bentuk bantuan buku bagi sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia. Saat ini, penentuan sekolah penerima manfaat dan mekanisme penyaluran bantuan masih dalam tahap persiapan.

Ketua PPI Hannover, Arya Saman, menegaskan keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton maupun kemeriahan acara. Lebih dari itu, Gaung Garuda diharapkan menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri dapat berperan sebagai jembatan budaya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi Tanah Air.

“Bagi kami, keberhasilan Gaung Garuda tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton atau kemeriahan acara. Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar Indonesia di luar negeri mampu menjadi jembatan budaya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi tanah air. Melalui hasil penyelenggaraan tahun ini, kami berharap dapat mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di daerah 3T. Walaupun berada jauh dari Indonesia, kepedulian dan tanggung jawab kami terhadap tanah air tetap menjadi bagian dari identitas kami,” ujar Arya.

Baca juga : AfD Dan BSW Desak Jerman Stop Bantuan Militer Untuk Ukraina

Melalui Gaung Garuda 2026, PPI Hannover berharap dapat terus mempererat hubungan antarkomunitas Indonesia di Eropa, membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat internasional, serta menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan persahabatan lintas bangsa.

Keberhasilan festival ini memperlihatkan bagaimana inisiatif mahasiswa Indonesia di luar negeri dapat berkembang menjadi kegiatan yang tak hanya memperkenalkan budaya Nusantara, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat di Tanah Air.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense