BREAKING NEWS
 

Idrus Marham Dukung Dasco: Ekonomi RI Jangan Bergantung Pada MSCI

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 27 Oktober 2026 12:03 WIB
Foto: Tedy Kroen/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham mendukung pandangan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bahwa pasar modal Indonesia memiliki fundamental kuat untuk menghadapi tekanan akibat rencana perubahan klasifikasi oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Idrus menilai, dinamika tersebut harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi, termasuk dalam mengembangkan pasar modal nasional agar tidak bergantung pada penilaian lembaga internasional.

“Indonesia ini bangsa besar, dengan sumber daya alam dan berbagai potensi yang kita miliki. Karena itu, kita harus betul-betul mandiri,” ujar Idrus saat menanggapi pernyataan Dasco dalam keterangannya, Selasa (26/10/2026).

Menurut dia, kemandirian ekonomi tidak hanya mencakup sektor pangan dan energi, tetapi juga kemampuan memperkuat pasar modal serta menentukan arah pengembangan sistem keuangan nasional.

Ia mengatakan, pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung pembiayaan pembangunan, memperkuat dunia usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, penguatan pasar modal perlu menjadi bagian dari agenda besar membangun kedaulatan ekonomi Indonesia.

Baca juga : Beda Dengan MSCI, FTSE Russell Beri Kabar Baik Pasar Modal Indonesia

Idrus menilai, pandangan Dasco sejalan dengan semangat memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengoptimalkan potensi ekonomi domestik di tengah dinamika global.

“Indonesia adalah rumah besar yang harus kita bangun bersama. Untuk itu, kita memerlukan kemandirian di berbagai bidang, termasuk pangan, energi, dan pasar modal,” katanya.

Meski demikian, Idrus menegaskan, kedaulatan ekonomi bukan berarti Indonesia harus menutup diri dari penilaian internasional. Menurut dia, pemerintah dan regulator tetap perlu memperbaiki tata kelola pasar modal, meningkatkan transparansi, serta menjaga kredibilitas untuk mempertahankan kepercayaan investor.

Ia mengingatkan penilaian lembaga internasional tidak boleh menjadi satu-satunya penentu arah perekonomian nasional. Indonesia, kata dia, perlu memiliki fondasi ekonomi yang kuat agar mampu menghadapi perubahan kebijakan dan dinamika pasar global tanpa kehilangan arah pembangunan.

Adsense

Idrus juga menilai perkembangan terbaru terkait MSCI harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk membenahi kualitas pasar modal nasional. Pembenahan transparansi kepemilikan saham, tata kelola, dan perlindungan investor menjadi sejumlah aspek penting untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.

Baca juga : Bamsoet Dukung Dasco: Indonesia Harus Berani Tentukan Rating Bursa Sendiri

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keyakinannya bahwa pasar modal Indonesia memiliki fundamental kuat di tengah rencana perubahan klasifikasi oleh MSCI.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Dasco mengajak pelaku pasar modal untuk bersatu menghadapi tantangan dan memperkuat posisi Indonesia. “Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri,” ujar Dasco, dikutip Senin (26/10).

Dasco juga menyerukan persatuan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!” tuturnya.

Pernyataan Dasco muncul setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada Oktober 2026. 

Baca juga : IHSG Menguat 4,9 Persen, OJK: Kinerja Bursa RI Terbaik di Dunia Pekan Lalu

MSCI menjadwalkan pengumuman keputusan final paling lambat pada 30 Juni 2027. Selama masa konsultasi, lembaga penyedia indeks global tersebut membuka kesempatan bagi pelaku pasar untuk menyampaikan masukan.

Sejumlah persoalan menjadi perhatian MSCI, termasuk transparansi struktur kepemilikan saham, tingkat investabilitas, dan dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi.

Apabila perubahan klasifikasi tersebut diberlakukan, saham Indonesia tidak lagi menjadi bagian dari indeks acuan global MSCI, termasuk MSCI Emerging Markets Index. Perubahan itu berpotensi memengaruhi alokasi investasi sebagian investor global di pasar saham Indonesia.

Idrus berharap Indonesia dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat fundamental ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor internasional melalui tata kelola yang lebih baik, transparansi, serta penguatan kepentingan ekonomi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense