BREAKING NEWS
 

Hujan Mulai Turun, Penanganan Karhutla Sumatera Fokus di Sumsel

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 28 Oktober 2026 19:36 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan penanganan karhutla seiring hujan alami mulai turun di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Dok. BNPB

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera kini difokuskan pada Sumatera Selatan. Kondisi di Riau dan Jambi berangsur membaik setelah hujan alami mulai turun di kedua provinsi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan, per 27 Oktober 2026, luas lahan yang masih perlu ditangani di Sumatera Selatan mencapai sekitar 23 hektare.

“Kita patut mengucap syukur bahwa saat ini di Sumatera, hanya ada satu provinsi (yang menjadi fokus penanganan), yaitu Sumatera Selatan,” ujar Berton, Selasa (27/10/2026).

Sebelumnya, pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di tiga provinsi di Sumatera, yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Namun, hujan alami yang mulai turun membuat kondisi kebakaran di Riau dan Jambi berangsur membaik.

Baca juga : 253 Daerah Berpotensi Banjir, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

Berton berharap hujan segera turun di Sumatera Selatan agar luas lahan yang terbakar terus berkurang hingga seluruh titik kebakaran dapat dipadamkan.

“Kita berharap di provinsi ini (Sumatera Selatan) akan sama dengan provinsi lain menjadi kosong (lahan yang terbakar), terutama karena disebabkan oleh hujan alamiah,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Adsense

Seiring membaiknya kondisi di Riau dan Jambi, penanganan kini difokuskan pada empat provinsi, yaitu Sumatera Selatan serta Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Baca juga : Pemerintah Ajak Mahasiswa Jaga Aksi 28 Oktober Tetap Damai

Hingga 27 Oktober 2026, total luas lahan yang masih perlu ditangani di empat provinsi tersebut mencapai sekitar 1.589 hektare. Rinciannya, sekitar 23 hektare di Sumatera Selatan dan 1.566 hektare tersebar di tiga provinsi di Kalimantan.

Berton menyebut luas lahan yang masih perlu ditangani di Kalimantan telah berkurang sekitar 50 persen dibandingkan data yang disampaikan sehari sebelumnya.

“Angka ini sebenarnya jauh berkurang sekitar 50 persen dari angka kemarin yang kami sampaikan. Kita berharap juga hujan alamiah turun segera di ketiga provinsi ini,” jelasnya.

51 Ribu Personel Dikerahkan

Baca juga : Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Pencegahan Karhutla hingga Vaksin

Untuk mempercepat penanganan karhutla, pemerintah mengerahkan sekitar 51.057 personel di empat provinsi tersebut. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan penempatan personel terbanyak, yakni 16.387 orang.

Selain personel di lapangan, pemerintah menyiagakan 61 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas dan enam provinsi nonprioritas.

Dari total armada tersebut, sebanyak 24 unit digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Sementara itu, 37 helikopter disiapkan untuk pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air.

Pemerintah berharap hujan alami yang mulai turun di sejumlah wilayah dapat membantu mempercepat pemadaman api. Operasi udara dan pengerahan personel juga terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran yang masih tersisa, terutama di Sumatera Selatan dan tiga provinsi di Kalimantan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense