BREAKING NEWS
 

2 Tahun Prabowo, PPK Manado Ajak Masyarakat Kawal Asta Cita dan Lawan Hoax

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 1 November 2026 01:07 WIB
Foto: Dok. PPK.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK) mengajak aktivis dan masyarakat sipil berperan aktif mengawal pelaksanaan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ajakan tersebut mengemuka dalam diskusi publik dan Refleksi Dua Tahun Asta Cita bertema “Merawat Toleransi, Menguatkan Ekonomi Biru” yang digelar di salah satu hotel di Kota Manado, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan politisi sekaligus mantan anggota DPR RI Kamran Mochtar Podomi serta akademisi dan budayawan Sulawesi Utara, Reiner Emyot Ointoe.

Diskusi juga ditutup dengan deklarasi penolakan terhadap hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ketua Umum PPK, Dendi Budiman mengatakan, diskusi tersebut penting untuk membahas berbagai upaya pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita, terutama terkait kedaulatan energi dan pangan.

Baca juga : DPR: Pastikan Yankes Dapat Diakses Seluruh Masyarakat

“Pak Prabowo betul-betul ingin kedaulatan bangsa bisa diwujudkan melalui kedaulatan energi dan pangan. Semoga ini bisa terwujud,” kata Dendi saat membuka diskusi.

Ia berharap, kegiatan serupa tidak berhenti pada forum tersebut, tetapi dapat terus berlanjut sebagai ruang bagi aktivis dan masyarakat sipil untuk menyampaikan gagasan serta berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita berharap, diskusi seperti ini tidak hanya berakhir di sini, tetapi terus berlanjut sehingga peran kita sebagai aktivis, sebagai masyarakat sipil, itu betul-betul bisa diwujudkan menuju kedaulatan kita sebagai satu bangsa dan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Adsense

Sementara itu, Kamran Mochtar Podomi menilai Asta Cita yang digaungkan Prabowo dalam dua tahun terakhir merupakan harapan besar agar sumber daya Indonesia dapat memberikan kontribusi dalam berbagai aspek pembangunan nasional.

Menurutnya, Asta Cita juga mencerminkan sisi humanis Prabowo, terutama melalui poin kedelapan yang menitikberatkan pada penguatan toleransi.

Baca juga : 2 Tahun Asta Cita Prabowo, Hilirisasi & Sinergi UMKM Jatim Dinilai Perlu Dikawal

Kamran mengatakan, pelaksanaan Asta Cita membutuhkan keberlanjutan agar seluruh kebijakan dapat dijalankan sesuai ketentuan hukum, baik peraturan di dalam negeri maupun aturan internasional.

“Untuk menuju supaya seluruh kebijakan itu dapat dieksekusi secara pemerintahan dan tidak melanggar aturan, baik aturan di dalam negeri ataupun aturan internasional, maka Asta Cita ini tidak bisa berhenti,” kata Kamran.

Ia menilai, delapan program tersebut merupakan agenda besar yang membutuhkan upaya luar biasa dalam pelaksanaannya.

Karena itu, diperlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar program-program tersebut dapat terealisasi secara maksimal.

“Agar bisa terealisasi secara maksimal, delapan program ini harus dieksekusi dengan penuh kesadaran oleh seluruh warga negara Indonesia,” ucapnya.

Baca juga : 2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Solo Perkuat Kolaborasi untuk Sukseskan Asta Cita

Di sisi lain, akademisi dan budayawan Sulawesi Utara, Reiner Emyot Ointoe, menyoroti adanya paradoks dalam pelaksanaan Asta Cita, khususnya di daerah.

Reiner juga menyinggung sosok Prabowo yang menurutnya memiliki kemiripan dengan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Melalui diskusi dan deklarasi tersebut, PPK Manado berharap masyarakat semakin aktif mengawal pelaksanaan Asta Cita sekaligus menjaga persatuan dengan menolak penyebaran hoaks dan disinformasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense