Dark/Light Mode

2 Tahun Asta Cita Prabowo, Hilirisasi & Sinergi UMKM Jatim Dinilai Perlu Dikawal

Kamis, 29 Oktober 2026 18:43 WIB
Foto: Garda UMKM Malang.
Foto: Garda UMKM Malang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Hilirisasi industri dinilai perlu diikuti penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar nilai tambah ekonomi tidak hanya dinikmati industri besar, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha lokal dan penciptaan lapangan kerja.

Tantangan tersebut menjadi sorotan Garda Pemberdayaan UMKM Malang Raya dalam diskusi publik refleksi dua tahun Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Diskusi bertajuk “Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Hilirisasi dan Masa Depan Industri di Jawa Timur” itu digelar di Gedung Kastil NK Café, Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (26/10/2026).

Forum tersebut membahas arah kebijakan pembangunan nasional, terutama hilirisasi industri, penguatan ekonomi daerah, serta tantangan UMKM untuk naik kelas.

Ketua Garda UMKM Malang Raya, Ahmad Fuad Rahman menilai, arah kebijakan pemerintah saat ini sudah berada di jalur yang tepat (on the track). Namun, tantangan terbesar terletak pada implementasi kebijakan di lapangan.

Baca juga : SRC Perluas Pasar UMKM, Omzet Produk Lokal Tembus Rp 12,9 Triliun

Menurut Fuad, pemerintah perlu memastikan berbagai program yang dirancang mampu mengatasi hambatan operasional sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan para pelaku usaha. “

Sebetulnya sudah on the track, arahnya ke lebih baik. Hanya tantangannya besar,” kata Fuad dalam paparannya.

Ia mendorong agar UMKM memperoleh porsi lebih besar dalam rantai pasok industri nasional.

Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan adalah membangun kemitraan strategis antara UMKM dan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

“Kami berharap program pemerintah mampu mendorong UMKM naik kelas, dari industri rumahan menjadi industri menengah yang bisa bermitra dengan industri besar. Contohnya, petani jeruk perlu didekatkan dengan industri pengolahan agar produknya memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Baca juga : 2 Tahun Prabowo-Gibran, Pemuda Solo Perkuat Kolaborasi untuk Sukseskan Asta Cita

Dalam diskusi yang sama, pengamat ekonomi R. Djoni Sudjatmoko mengatakan, kebijakan hilirisasi yang didorong Presiden Prabowo perlu diimbangi dengan pengawasan publik yang ketat.

Menurut Djoni, salah satu tantangan dalam pelaksanaan kebijakan tersebut adalah menghadapi kepentingan kelompok oligarki dan status quo.

“Arah kebijakan Presiden Prabowo sudah benar, tetapi tantangannya adalah menghadapi kepentingan oligarki dan status quo. Karena itu, masyarakat dan organisasi harus aktif mengawal kebijakan melalui usulan yang konkret dan terperinci,” ujar Djoni.

Ia menambahkan, pembukaan ruang bagi pelaku usaha daerah, termasuk melalui Koperasi Desa Merah Putih, menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di tingkat pusat.

“Apa yang bisa dikerjakan UMKM harus diberikan kepada UMKM agar ekonomi daerah bergerak, lapangan kerja tercipta, dan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Baca juga : Bermodal Blender Rp 300 Ribu, Sambal Makassar Ini Tembus Pasar Internasional

Hilirisasi, yakni pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi, dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing Jawa Timur.

Meski memiliki potensi industri yang besar, keberhasilan agenda hilirisasi di provinsi tersebut dinilai bergantung pada kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), iklim investasi, serta keterlibatan tenaga kerja lokal.

Melalui diskusi publik ini, Garda Pemberdayaan UMKM Malang Raya berharap dapat mendorong lahirnya rekomendasi strategis untuk memperkuat keterhubungan antara pemerintah, pelaku industri, dan UMKM.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang usaha lokal, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.