Sebelumnya
Kerugian Capai Rp 300 miliar
Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali menghitung, sedikitnya 3.000 wisatawan membatalkan kunjungan ke Pulau Dewata menyusul revisi kebijakan swab test. Total kerugiannya diproyeksi mencapai Rp 300 miliar. Penyebabnya adalah kebijakan melakukan rapid test antigen.
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengatakan, refund tiket besar-besaran itu dampak dari kebijakan baru yang dibuat pemerintah bagi wisatawan.
Baca juga : Organda: Pantau Jalur Tikus Dan Angkutan Gelap Juga Dong
“Data yang kami olah sampai dengan tadi malam, terjadi permintaan refund dari pembeli tiket sampai 133 ribu passenger, dan ini meningkat 10 kali lipat dibanding kondisi normal. Dari online travel agent (OTA) big data-nya kirakira berapa transaksi yang terdampak, data sampai tadi malam itu Rp 317 miliar,” katanya, Rabu (16/12).
Di dunia maya, kebijakan dadakan yang dibuat pemerintah ini juga dikeluhkan banyak warganet.
“Aturan dadakan banget gini ya, banyak orang yang udah booking tiket & hotel jauh hari sebelum aturan ini terbit. Apalagi biro perjalanan wisata yang buka open trip dari jawa ke bali, pasti udah sewa bus, booking hotel, dll. Ambyar kabeh,” cuit akun @imam_bepe. “Selalu buat kebijakakan yang merepotkan rakyat. Kemarin cuti bersama akhir tahun dihapus, sekarang mendadak harus test ini itu,” protes akun @novembermed.
Baca juga : Angkasa Pura I Sediakan Layanan PCR Test Dan Rapid Test Antigen Di 7 Bandara
“Nyesek banget udah beli tiket dan booking hotel baru tau ada begini. Mana rapid test antigen-nya mahal, jadi pengeluaran mendadak juga TT,” timpal akun @hioechales.
Namun akun @mustaqim_rulik justru menyindir wisatawan yang keberatan dengan kebijakan ini. “Wisata bisa bayar pingenepan, transport dll, tapi bayar test pcr gak bisa? Aneh bin ajib,” sindirnya.
“Ya kalo budget pas-pasan jangan berangkat dulu. Ini kan demi keamanan bersama. Kalo gak krn pandemi juga gak akan harus pake protokol kesehatan yang ketat gini. Kalo uda sakit, itu duit liburan juga berasa gak ad harganya.. makin lama nyari rs makin susah lho,” timpal akun @dkarunia_r. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.