Sebelumnya
Menurut Erik, sekolah dan pemerintah daerah memiliki waktu tiga bulan untuk menetapkan protokol kesehatan (prokes) dan simulasi untuk anak-anak mulai sekolah tatap muka. “Ayo, jangan buang-buang waktu demi putra-putri kita semua,” kata dia.
Akun @Alit1_Kawulo menegaskan, pembelajaran langsung atau tatap muka terbatas dikombinasikan dengan PJJ. Orang tua atau wali murid, kata dia, dapat memutuskan apakah anaknya tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.
Rini Agustin menimpali. Dia bersyukur sekolah tatap muka akhirnya dibuka, meski terbatas. Soalnya, kata dia, selama pembelajaran jarak jauh, sebagai orang tua yang juga bekerja, dia harus mengatur waktu untuk mengajari anaknya.
Baca juga : Inilah 4 Merek Vaksin Untuk Vaksinasi Gotong Royong
“Setuju PTM diadakan kembali. Soalnya banyak orang tua yang kewalahan menghadapi tugas sekolah anak-anaknya selama PJJ,” kata @afagvrl.
“Nggak usah nunggu bulan Juli, kelamaan, kasihan anak-anak,” sahut Herman.
Sementara akun @olietamami meminta orang tua mengedukasi anak-anaknya agar nantinya tertib dan disiplin mempraktikkan prokes 3 M di sekolah. “Jangan bosan ngingetin our babies,” ingat dia.
Baca juga : Penumpang Angkutan Umum Masih Dibatasi
Namun akun Muljadi, mengaku tidak setuju PTM dibuka kembali. Dia meminta pemerintah tidak egois. Karena anak-anak juga bisa terkena virus Corona dan membawanya ke rumah. Di sisi lain, banyak orang tua yang belum divaksin. “Saya pilih opsi PJJ karena lebih aman. PTM terbatas tidak layak dibandingkan risikonya,” tandas Bhinneka Ika.
Menurut @LaporCovid, bahaya mengintai para murid yang melakukan pembelajaran tatap muka. Klaster baru dikonfirmasi muncul di beberapa sekolah di Sumatera Barat dan Jawa Tengah.
Penolakan juga datang dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. Dia menilai, kekebalan kelompok di lingkungan sekolah belum terbentuk, karena jumlah siswa 10 kali lipat jumlah guru dan belum mendapat vaksin. “Orang tua pun masih menunggu vaksin Covid-19 yang aman untuk anak mereka,” tandas Mardani. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.