BREAKING NEWS
 

GEMPARI Minta PBB Lindungi Perempuan Dan Anak-anak Palestina

Reporter & Editor :
FAZRY
Senin, 17 Mei 2021 15:22 WIB
Ilustrasi. Warga palestina terlibat bentrok di Masjid Al Aqsa imbas agresi Israel. (Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan Masyarakat Peduli Anak Dan Remaja Indonesia (GEMPARI) mengutuk keras agresi Israel ke Palestina, termasuk ke Masjid Al Aqsa yang telah menelan korban jiwa dari warga sipil. Khususnya korban anak- anak dan perempuan yang tak berdosa.

"Kami mendukung segala upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang turut aktif menggalang dukungan dunia internasional guna menghentikan kekerasaan yang terjadi di Palestina," tutur Ketua Umum GEMPARI Patrika S Andi Paturusi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Pemerintah pun diharapkan bisa lebih berperan secara maksimal berupa penggalangan melalui organisasi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. Supaya PBB bisa memperhatikan dan melindungi perempuan dan anak-anak dari kekejaman Israel.

"Pemerintah harus mendesak PBB untuk memberikan sanksi yang tegas kepada Israel. Agresi Israel ke Palestina di bulan suci Ramadan melanggar nilai-nilai kemanusiaan," kata Anggie yang juga Ketua DPP PPP Bidang Isu Strategis.

Baca juga : LSM Mahathir Serukan Solidaritas Untuk Palestina

Anggie mengingatkan, dampak yang ditimbulkan dari konflik Israel di Palestina begitu luas, bagi warga sipil khususnya anak-anak dan perempuan. 

"Peristiwa terakhir adalah saat Israel menggempur jalur Gaza melalui serangan udara dan peluru alteri yang telah menewaskan seratus lebih warga sipil, termasuk puluhan anak-anak meregang nyawa akibat serangan ini," sesal Anggie.

Adsense

Meski ia mengakui, sudah ada seruan internasional untuk menghentikan serangan Israel ke Palestina, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda Bangsa Yahudi itu menghentikannya. 

GEMPARI meminta kepada pihak-pihak yang bertikai yaitu Palestina dan Israel untuk lebih mengedepankan penyelesaian secara damai melalui meja perundingan dan diplomasi politik.

Baca juga : Polisi Denmark Bubarin Demo Pro Palestina

"Ini penting atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab demi terwujudnya kedamaian secara menyeluruh di Timur Tengah," imbuhnya.

Korban meninggal di Gaza melonjak menjadi 188 dalam semalam, termasuk 55 anak-anak, di tengah serangan udara dan artileri Israel yang intensif sejak pertempuran meletus Senin lalu.

Sepuluh orang telah meninggal di Israel, termasuk dua anak, dalam ribuan serangan roket oleh Hamas dan kelompok militan lainnya.

Palestina menginginkan negara di Tepi Barat dan Jalur Gaza dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya, yang sebelumnya direbut oleh Israel pada 1967.

Baca juga : Raja Maroko Kirim Bantuan Makanan Dan Obat Untuk Palestina

Namun, di bawah proposal perdamaian yang diinisiasi oleh Trump, Washington mengakui permukiman Yahudi di wilayah pendudukan sebagai bagian dari Israel. [FAZ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense