Sebelumnya
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini menilai, Indonesia sudah memperlihatkan kepemimpinannya dalam berbagai forum dunia dan regional. Kondisi ini harus terus ditingkatkan.
Kerja sama internasional ini amat penting. Bukan hanya bagi kepentingan dunia, tetapi juga bagi kepentingan bangsa dan negara kita sendiri.
"Perjuangan kelima, yang lebih praktis adalah upaya keras kita untuk mewujudkan target dan program pengendalian Covid-19. Sudah jelas dari pengalaman berbagai negara bahwa Covid-19 dapat dikendalikan dengan tiga program utama. Pertama pembatasan sosial. Kedua, tes telusur dan terapi. Ketiga, vaksinasi," beber Prof. Tjandra.
Baca juga : IDI: Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Testing Dan Tracing Belum Standar
Untuk pembatasan sosial, maka seluruh kita rakyat Indonesia harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, yang dikenal dengan pesan Ibu 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Atau dapat juga jadi 5M dengan ditambahkan menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi.
"Dengan semangat kemerdekaan maka ini dapat dikembangkan dari “Pesan Ibu” menjadi “Pesan Ibu Pertiwi”. Dari sudut pemerintah, maka kebijakan pembatasan sosial tentu juga harus dilakukan dengan konsisten. Baik dalam bentuk PPKM, PSBB atau bentuk-bentuk yang lain," kata Prof Tjandra
Dalam hal tes dan telusur, anggota masyarakat yang ada gejala dan atau ada riwayat kontak, harus melakukan tes. Kalau positif, perlu ditangani dengan baik.
Baca juga : Menko Airlangga Minta Fokus Tingkatkan 3T, Vaksinasi, Dan Isoter
"Dalam hal ini, target yang sudah cukup lama dicanangkan untuk melakukan sekitar 400 ribu tes sehari dan melakukan telusur 15 orang untuk setiap kasus, harus segera diwujudkan menjadi kenyataan," pesannya.
Tentang vaksinasi, target yang sudah disebutkan untuk memvaksinasi 2 juta orang perhari harus benar-benar diimplementasikan di lapangan.
"Akan sangat baik, kalau masyarakat dipermudah mendapatkan vaksin. Misalnya dengan dilakukan vaksinasi Covid-19 di semua Puskesmas dan rumah sakit yang ada di negara kita. Jadi, orang dapat divaksin di dekat rumah dan atau tempat kerjanya dengan mudah," pungkas mantan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) & Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) ini. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.