RM.id Rakyat Merdeka - Komite Relawan Nasional Indonesia (Korni) mengatakan semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 93 tahun lalu harus terus digelorakan untuk komitmen bersama dalam membangun bangsa yang maju tanpa adanya perbedaan golongan.
“Jadi, semangat satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa harus kita pahami benar-benar dan dijalankan secara baik untuk kemajuan Indonesia,” kata Ketua Umum Korni, M. Basri BK di Jakarta, Kamis (28/10).
Selain itu, semangat Sumpah Pemuda juga sejalan dengan bingkai visi Pancasila. “Artinya, menjadi suatu perekat persatuan bangsa yang harus dipelihara, dibina dan dijaga oleh semua anak bangsa Indonesia,” ujar Basri.
Baca juga : Lestari Ajak Milenial Usung Semangat Restorasi
Menurutnya, paradigma baru dalam merajut persatuan dan kesatuan saat ini, dapat direalisasikan melalui upaya membangun kemajuan ekonomi dan sumber daya manusia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Bangsa Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, harus kita kelola dengan manajemen yang baik sesuai dengan arah dan tujuan dari pembukaan UUD 1945,” jelas Basri.
Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus mendukung kebijakan hilirisasi dalam rangka mengolah bahan baku lokal secara optimal agar nilai tambah ekonomi meningkat. Sebab, dengan hilirisasi, membawa dampak luas bagi peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja.
Baca juga : Anggota DPR Muda Didesak Beri Teladan Pada Pemuda
“Jadi, kami mendukung kebijakan Bapak Presiden Jokowi untuk tidak lagi eskpor bahan mentah, tetapi memproduksi barang jadi. Contohnya larangan ekspor biji nikel, CPO dan bahan baku lainnya, yang diharapkan dapat mendirikan industri di dalam negeri untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” papar Basri.
Selanjutnya, Korni berharap generasi muda bangsa Indonesia banyak yang berminat menjadi produsen atau wirausaha industri. “Jadi, tidak hanya menjadi konsumen di negaranya sendiri dan keadilan sosial harus diwujudkan sesuai dengan hakekat dari keadilan itu sendiri,” imbuhnya.
Korni pun sepandapat yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, di era digital saat ini, pemuda punya peran sentral dalam membangun ekonomi. “Para pemuda diharapkan dapat terus menemukan cara-cara baru atau inovatif. Sebab, pemuda adalah pemimpin-pemimpin perubahan dan pemimpin di era digital,” tutur Basri.
Baca juga : Peringati Sumpah Pemuda, Aktivis Serukan Lawan Oligarki
Korni optimistis, tumbuhnya startup yang sukses menjadi pemain global mengalahkan pemain lama merupakan bukti kekuatan pemuda. Artinya, pemuda perlu menguasai teknologi, bukan dikuasai teknologi.
“Pemuda juga harus berani mengambil inisiatif, mau terus belajar kepada siapa saja, tentang apa saja, dan yang terlebih penting lagi berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Ini yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan,” tegas Basri.
Menurutnya, dalam membangun kemajuan bangsa ini diperlukan komitmen, integritas, pola berpikir, kerangka berpikir dan mental yang baik sebagai manusia yang beradab dan berbudaya agar tujuan dari bangsa ini dapat tercapai. “Untuk itu, ayo kita bersatu, bangkit, dan tumbuh bersama untuk Indonesia maju,” pungkas Basri. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.