Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringati Sumpah Pemuda, Aktivis Serukan Lawan Oligarki

Kamis, 28 Oktober 2021 20:15 WIB
Para aktivis kumpul saat diskusi Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia bertajuk Renungan Hari Sumpah Pemuda ke-93, di Jakarta, Kamis (28/10). (Foto: Ist)
Para aktivis kumpul saat diskusi Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia bertajuk Renungan Hari Sumpah Pemuda ke-93, di Jakarta, Kamis (28/10). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Resolusi membangun kembali Indonesia dalam terpuruknya kesakralan makna Sumpah Pemuda lahir dalam diskusi Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia bertajuk Renungan Hari Sumpah Pemuda ke-93, di Jakarta.

"Diskusi ini untuk membangun kembali Indonesia yang dulu dengan Sumpah Pemuda, membangun semangat untuk bersama mencapai tujuan kepentingan bangsa untuk semua rakyat Indonesia," ungkap salah satu penggagas Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia Ferry Juliantono kepada wartawan, Kamis (28/10).

Ferry mengatakan, yang terjadi saat ini, hanya segelintir pihak yang menikmati buah dari demokrasi. Oligarki politik yang memonopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan ekonomi yang ada.

Berita Terkait : Momen Sumpah Pemuda, Mega Resmikan Prasasti Taman UMKM Dan 16 Kantor Partai

"Namun dari diskusi ditemukan, saat ini tidak semua menikmatinya. Hanya segelintir orang memanfaatkan bangsa ini. Yakni oligarki. Salah satu resolusi yang lahir dalam diskusi ini adalah untuk melawan oligarki sehingga kembali pada Indonesia untuk semua rakyat Indonesia," harap dia.

Ferry menambahkan, kepentingan nasional harus dijaga dan disitribusikan dengan merata. Karenanya pemerintah harus kembali dalam posisi mengutamakan kepentingan rakyat dan kepentingan nasional.

"Yang terjadi saat ini oligarki membuat kita terlalu memihak pada kepentingan tertentu, sebut saja Tiongkok. Sehingga menimbulkan konsekuensi negatif bagi negara. Seperti mengganggu kehormatan dan kedaulatan bangsa kita, kedua konsekuensi yang diterima dan dirasakan masyarakat Indonesia. Banyak pertambangan yang kemudian sekarang diambil alih oleh swasta, dan perusahaan yang diuntungkan," ungkapnya.

Berita Terkait : Menteri Nadiem Ajak Pemuda Pemudi Mengingat Tapak Sejarah Bangsa

Senada, penggagas lainnya Raslina Rasidin berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi jalan ditemukannya kembali Indonesia.

"Saya sangat hargai niat dari lahirnya diskusi ini. Jangan ada yang takut demi memulihkan kepentingan bangsa. Saya bersyukur forum ini terbentuk oleh partisipasi tokoh-tokoh yang merupakan senior saya," ungkapnya.

Raslina mengaku bersyukur forum omi lahir dari keberanian berbicara fakta. Untuk kemudian dilanjutkan bertindak dan berbuat demi kepentingan bangsa.

Berita Terkait : Gus Muhaimin: Ikrar Sumpah Pemuda Harus Menyesuaikan Zaman

"Kita mencoba untuk berbicara dan memberanikan diri untuk berbuat. Kita yakin Indonesia ke depan bisa lebih baik lagi," pungkasnya. [FAQ]