BREAKING NEWS
 

Indonesia Kaya Mineral Dan Hayati

Hilirisasi Sumber Daya Alam Untuk Transformasi Ekonomi

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Senin, 12 Agustus 2024 07:15 WIB
Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR Mukhtarudin. (Foto: Instagram/mukhtarudin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendukung langkah Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang konsisten menjalankan hilirisasi industri berbasis Sumber Daya Alam (SDA), melalui revitalisasi dan reorientasi industri untuk memicu tren pertumbuhan positif.

Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR Mukhtarudin mengatakan, kebijakan hilirisasi SDA ini relevan diterapkan dengan kondisi Indonesia yang memiliki kekayaan hayati dan mineral yang melimpah. Apalagi selama ini komoditas strategis mem­berikan kontribusi signifikan terhadap penerima negara.

Selain itu, hilirisasi SDA dalam rangka peningkatan nilai tam­bah pada beberapa komoditas seperti kelapa sawit. “Karena kita tahu komoditas kelapa sawit telah memiliki perkembangan peningkatan nilai tambah yang sudah cukup menggembirakan,” pungkas Mukhtarudin.

Terpisah, Menperin Agus Gumiwang mengatakan, kolaborasi antara Pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis atau yang disebut 'triple helix' terbukti mampu menghasil­kan hal yang sangat bermanfaat bagi pengembangan industri nasional.

Baca juga : DPRD: Biar Kapok, Kirim Gepeng Bandel Ke Rutan

Hal ini dapat dilihat melalui upaya pembentukan Pilot Plant Fraksionasi Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Ini merupakan konsorsium hasil kolaborasi antara Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro Kementerian Perindustrian, Institut Teknologi Bandung, dan PT Rekayasa Industri.

Menperin bilang, Pilot Plant ini merupakan upaya Kementerian Perindustrian menjalankan amanat Presiden untuk Hilirisasi Industri berbasis Sumber Daya Alam dan menumbuhkan Indus­tri Hijau berkelanjutan.

“Di antaranya melalui peman­faatan limbah TKKS menjadi produk-produk yang bernilai tambah tinggi,” kata Menteri Agus pada Peresmian Pilot Plant Fraksionasi Tandan Kosong Kelapa Sawit di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBSPJIA) Bogor, belum lama ini.

Adsense

Menteri Agus menyampaikan, kelapa sawit merupakan salah satu program prioritas hilirisasi industri dalam rangka mening­katkan nilai tambah komoditas ekspor. Adapun nilai ekonomi sektor perkelapasawitan hulu hingga hilir nasional mencapai lebih dari Rp 750 Triliun, setara dengan 3,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional pada tahun 2023.

Baca juga : Barcelona Vs Monaco, Olmo Panaskan Mesin Gol Barca

Agus mengatakan, angka ini berpotensi akan terus bertam­bah melalui inovasi teknologi, dari yang sebelumnya berpusat pada hilirisasi minyak sawit, menjadi semakin luas, termasuk pengolahan biomassa kelapa sawit.

Konsorsium Pilot Plant Frak­sionasi TKKS tersebut mem­punyai nilai teknologi sangat strategis untuk pengembangan industri berbasis sumber daya terbarukan di masa mendatang. Pilot Plant ini mampu meng­hasilkan Glukosa, Xilosa, Lignin (GXL) secara bersamaan.

Glukosa merupakan prekur­sor pembuatan bio etanol, yaitu bahan bakar nabati pencampur bensin (gasoline). Sedangkan Xilosa dan Lignin merupakan prekursor pembuatan Bio Fine Chemicals, yaitu bahan kimia berbasis sumber daya terbarukan yang dapat diolah menjadi berbagai produk, antara lain xylitol, benzene, dan toluene.

Menperin mengharapkan, fasilitas Pilot Plant ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat pemangku kepentingan industri, termasuk pengolahan biomassa kelapa sawit yang selama ini masih terabaikan.

Baca juga : Tim Basket AS Makin Perkasa

Selain itu, fasilitas ini dapat berkontribusi dalam menyele­saikan permasalahan pengelo­laan limbah dan hasil samping kebun kelapa sawit. Harapan selanjutnya adalah peningkatan nilai tambah dan diversifikasi produk turunan sawit.

“Juga potensi penciptaan la­pangan kerja dan peningkatan investasi nasional, substitusi impor, dan penguasaan teknologi oleh konsorsium dalam negeri,” pungkas Menteri Agus.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 12 Agustus 2024 dengan judul Indonesia Kaya Mineral Dan Hayati, Hilirisasi Sumber Daya Alam Untuk Transformasi Ekonomi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense