RM.id Rakyat Merdeka - Senayan menilai, Kementerian Pertanian (Kementan) mustahil bisa memacu produksi pertanian dengan pagu anggaran hanya Rp 7,91 triliun untuk Tahun Anggaran 2025. Jumlah ini turun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang nyaris mencapai Rp 14 triliun.
Ketua Komisi IV DPR Sudin mengatakan, dengan anggaran segitu, Kementan sulit mencapai tujuannya.
“Apa yang dicita-citakan, yang ingin dituju, jauh dari harapan. Karena yang lalu saja, dengan (APBN 2023) hampir Rp 14 triliun, kita masih ada kekurangan,” kata Sudin dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2024).
Baca juga : Sekolah Swasta Gratis Mulai Dijalankan 2025
Sudin mengingatkan, perekonomian pada tahun 2025 masih diliputi oleh ketidakpastian, utamanya bersumber dari dinamika perekonomian global. Tekanan deflasi ekonomi China dan juga kondisi politik di beberapa negara mempengaruhi perekonomian domestik ke depan.
Kondisi ini berpengaruh pada pembangunan sektor pertanian, utamanya dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan dan stabilitas harga.
“Komisi IV berharap sektor pertanian dalam negeri akan tumbuh menguat pada tahun 2025 dengan Presiden yang baru,” harapnya.
Baca juga : Tim Singa Lakoni Laga Hidup Mati
Sudin mengatakan, upaya pemanfaatan teknologi dan komersialisasi pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Bahan makanan tersedia untuk memenuhi permintaan domestik. Apalagi Presiden terpilih punya program makan siang bergizi untuk anak sekolah.
“Melalui penyediaan infrastruktur yang memadai, sektor pertanian diharapkan dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi maksimal,” harapnya.
Sementara, anggota Komisi IV DPR Slamet malah menyatakan berkabung atas turunnya anggaran Kementan yang sangat tajam untuk tahun 2025.
Baca juga : Grand Prix F1 Belanda 2024, Norris Kuasai Kandang Lawan
“Saya menyampaikan innalillahi wainna ilaihi rajiun,” ujar Slamet.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.