RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, dalam membina jiwa kepemimpinan, setiap mahasiswa wajib memaknai posisi strategisnya baik sebagai generasi pembelajar, generasi pejuang, maupun sebagai agen perubahan. Mahasiswa sebagai generasi pembelajar tidak cukup hanya menimba ilmu dengan membaca buku, tetapi juga harus mampu 'membaca' kehidupan. Banyak sisi-sisi kehidupan yang dapat dipelajari para mahasiswa dalam membentuk karakter kemanusiaan.
Kemudian, mahasiswa sebagai generasi pejuang akan dihadapkan tantangan zaman yang terus bergulir. Kehidupan kampus akan menempa para mahasiswa dengan berbagai ujian, termasuk ujian kehidupan.
Baca juga : Sambut MotoGP Mandalika, Garuda Siapkan 8.000 Kursi Penerbangan
"Jangan pernah menyerah. Karena kesuksesan kalian akan ditentukan oleh segigih apa perjuangan kalian menjawab tantangan dan ujian tersebut," ujar Bamsoet, saat memberikan pembekalan dalam pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru Universitas Trilogi Jakarta secara daring, Kamis (12/9/2024).
Ketua DPR ini memaparkan, mahasiswa juga merupakan agen perubahan. Kedalaman pemikiran para mahasiswa akan menentukan kualitas peradaban Indonesia di masa depan. Dari karakter para mahasiswa pun akan menentukan bagaimana nasib bangsa dipertaruhkan serta akan menentukan sejauh apa capaian pembangunan.
Baca juga : Komisi VI DPR: Aturan TKDN Harus Dibarengi Pengawasan Ketat
Bamsoet berharap, mahasiswa-mahasiswa ini tidak sekedar memiliki kompetensi akademis. Tetapi, juga memiliki etika moral dan keteguhan karakter. Sehingga, mampu menjadi calon pemimpin masa depan yang akan mengharumkan nama almamater tercinta.
Dosen pascasarjana Universitas Borobudur ini menambahkan, para mahasiswa juga perlu membangun wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan inilah yang akan menjadi benteng moral untuk menyaring arus informasi global yang bersifat merusak, mempromosikan paham-paham radikal serta nilai-nilai yang melenceng dari kearifan lokal dan jati diri bangsa.
Baca juga : BPJamsostek Rawamangun Sosialisasikan Layanan Aplikasi JMO ke Perusahaan Binaan
Membangun wawasan kebangsaan bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara instan dan serta merta. Membangun wawasan kebangsaan harus dilaksanakan masif agar dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat dan mengisi setiap ruang publik. Tidak kalah penting, membangun wawasan kebangsaan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, agar tertanam kuat, dan tidak mudah goyah oleh arus perubahan zaman.
Idealnya, kata Bamsoet, pembangunan wawasan kebangsaan harus menjadi sebuah proses yang berkesinambungan, tidak berhenti pada satu titik pencapaian. "Di samping itu, pembangunan wawasan kebangsaan juga harus mendapatkan dukungan dari segenap pemangku kepentingan, khususnya pemerintah selaku penyelenggara kekuasaan negara," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.