Dark/Light Mode

Banser & Pagar Nusa Ingin Bertemu Tommy Soal Pernyataan Siap Perang

Selasa, 3 September 2024 06:35 WIB
Kepala Satkornas Banser, Gus Syafiq Syauqi
Kepala Satkornas Banser, Gus Syafiq Syauqi

RM.id  Rakyat Merdeka - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Pagar Nusa (PN) siap meladeni tantangan Garda Bansa. 

Meski begitu, Banser dan PN akan mengedepankan tabayun ke Ketua Umum DKN Garda Bangsa, Tommy Kurniawan menyusul pernyataannya yang menggertak Banom PBNU untuk perang.

Kepala Satkornas Banser, Gus Syafiq Syauqi mempertanyakan maksud sebenarnya dari gertakan tersebut. Hal ini sangat penting supaya tidak menimbulkan persepsi yang membingungkan dan menyesatkan.

“Kami kemarin mendapatkan info ajakan perang itu. Tapi kami tidak mau gegabah, tidak ingin terpancing. Banser dan Pagar Nusa meniatkan untuk tabayun ke Tommy. Biar kami paham duduk perkaranya, konteksnya bagaimana,” kata Gus Syafiq dalam keterangannya, Senin (2/9).

Baca juga : Luhut Perkuat Sektor Perekonomian & Energi

Apalagi menurutnya, gertakan perang tersebut timbul dari konflik yang saat ini membuat goyang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jika itu karena konflik PKB, menurutnya jangan tarik-tarik Banom NU ke dalamnya.

Gus Syafiq menyarankan, lebih baik Garda Bangsa menganggap ini sebagai koreksi atas perjalanan partai di bawah kepemimpinan Cak Imin selama belasan tahun dan agar membantu PKB untuk menyelesaikan masalahnya.

“Ansor ini ormas, tidak terlibat politik praktis. Kalau ngajak perang karena konflik internal partai malah aneh. Lebih baik Garda Bangsa bantu selesaikan masalah internal PKB, koreksi diri,” imbuhnya.

Menurutnya  perintah yang diberikan oleh PBNU adalah perintah untuk menyuarakan hak dan wewenang kepemimpinan ulama. Bukan kekuasaan. 

Baca juga : Jokowi Sebut Ketum Partai Yang Paling Sering Ditemuinya Adalah Surya Paloh

Maka apapun bentuk penentangan terhadap aspirasi ini harus dilihat sebagai penentangan kepada hak dan wewenang ulama

“Kami akan melapor kepada PBNU dan meminta perintah selanjutnya apa yang harus dilakukan. Apapun keadaannya. Kami minta semua kader dan anggota Ansor untuk tetap memegang teguh disiplin dan bertindak menurut komando pimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pagar Nusa, Gus Nabil Haroen mengatakan, kalau memang dalam proses tabayun benar Garda Bangsa mengajak perang Banom NU, pihaknya siap menerimanya.

“Kita lihat saat tabayun, kalau benar ya kita terima saja. Kalau mau konfrontasi fisik Banser dan Pagar Nusa siap-siap saja, kita borong. Tinggal Garda Bangsa tentukan tempatnya, kapan dan di mana,” ungkapnya.

Baca juga : Machica Mochtar Sudah Bertemu Lagi Dengan Anaknya Yang Ditahan Saat Demo

Kendati demikian, Gus Nabil dan Gus Syafiq sepakat akan melakukan konsultasi ke PBNU terlebih dahulu untuk meminta arahan dan pertimbangan untuk menanggapi hal tersebut.

“Dalam waktu dekat kami akan ke PBNU, minta penrtimbangan minta arahan. Kita satu komando,” pungkasnya.

Diketahui, sebagaimana dilansir sebuah situs berita nasional, Tommy mengatakan, siap jika harus melawan badan otonom Nahdlatul Ulama, GP Ansor. Ia akan menjaga PKB.

"Jadi ya kami sebetulnya gini, risih juga kita harus menghadapi dengan keluarga sendiri. Tapi kami kalau memang itu diperlukan dan menang itu harus dilakukan, kami siap untuk menjaga Partai ini dengan cara apapun. Kalau memang harus perang, kita siap perang," imbuhnya.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.