BREAKING NEWS
 

Bamsoet Apresiasi Peluncuran Buku 'Green Democracy' Sultan Najamudin

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 28 September 2024 15:06 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (keempat kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi peluncuran buku 'Green Democracy' karya Wakil Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin. Buku Green Democracy ini menjadi refleksi dan bahan evaluasi atas performa demokrasi serta kebijakan pembangunan berkelanjutan.

"Green democracy yang disampaikan dalam buku ini adalah demokrasi yang relevan dengan ke-Indonesiaan. Demokrasi bangsa yang sarat dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya musyawarah dan gotong royong. Demokrasi yang jelas bertujuan pada peningkatan kualitas hidup dan kehidupan bangsa Indonesia," ujar Bamsoet, usai menghadiri peluncuran buku 'Green Democracy' di Jakarta, Jumat malam (27/9/2024).

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Peluncuran Buku Catatan Komisi III DPR 2019-2024

Hadir antara lain Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad, Mendagri Tito Karnavian, Ketua Komisi Yudisial Amzulian Rifai, Anggota DPD Jimly Asshiddiqie dan Yorrys Raweyai, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pakar hukum Yusril Ihza Mahendra, serta Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah.

Adsense

Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, demokrasi merupakan salah satu pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih dari sekadar sebuah sistem, demokrasi mencerminkan komitmen terhadap keadilan, keterwakilan dan partisipasi aktif masyarakat.

Baca juga : Bamsoet Puji Kesuksesan Penyelenggaraan Balap Motor Road Race di PON XXI

Pada perjalanannya, demokrasi memiliki sejumlah tantangan yang dihadapi. Seperti kurangnya akses terhadap partisipasi politik, pengaruh politik uang, serta penyebaran disinformasi yang dipadukan dengan kondisi tingkat literasi masyarakat yang rendah. Sehingga, menjadikan demokrasi hanya sebagai stempel untuk melegitimasi kekuasaan.

Karena itu, perlu perhatian serius dari semua pihak untuk menanggulangi tantangan tersebut agar dapat memastikan sistem demokrasi berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. "Diperlukan sebuah komitmen bersama untuk memperkuat sistem demokrasi melalui penguatan checks and balances antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta peningkatan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat," kata Bamsoet.

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Kesuksesan Penyelenggaraan Grasstrack di PON XXI

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menjelaskan, dalam konteks kehidupan global yang terus berkembang, tidak dapat diabaikan adanya urgensi untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip ekologi dan keberlanjutan dalam sebuah konsep demokrasi. Konsep green democracy muncul dengan menekankan pentingnya menciptakan keseimbangan antara demokrasi yang inklusif dan keberlanjutan lingkungan. Konsep ini mengajak untuk berpikir holistik tentang bagaimana sistem politik dapat mewakili masyarakat secara menyeluruh. Bukan hanya mewakili kepentingan segelintir orang atau kelompok, serta merespons tantangan ekologis.

"Buku ini mengajak kita untuk mengadopsi pendekatan yang mengintegrasikan dimensi sosial dan ekologis dalam sistem demokrasi yang selaras dengan cita-cita bangsa. Dengan prinsip-prinsip green democracy, kita memiliki panduan untuk mewujudkan demokrasi yang lebih adil, inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense