Dark/Light Mode

Bamsoet Resmikan Peluncuran Motor Listrik eMOA dan PT Baterai Listrik Motorindo

Kamis, 5 September 2024 16:10 WIB
Ketua MPR/Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (tengah) meresmikan peluncuran motor listrik eMOA, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/9/2024). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR/Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (tengah) meresmikan peluncuran motor listrik eMOA, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/9/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) meresmikan peluncuran motor listrik eMOA (Elektrik Motor Aku), serta meresmikan pabrik perakitan motor listrik dan baterai motor listrik oleh PT Baterai Listrik Motorindo, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/9/2024). Hadir antara lain, Presiden Direktur PT Baterai Listrik Motorindo sekaligus Ketua Asosiasi Korea di Indonesia Park Jae Han, Anggota DPR/MPR Robert J Kardinal, Ketua Kadin Korea Selatan di Indonesia Lee Kang Hyun, Direktur Utama PT Ventures Indonesia Junaidi Elvis, serta Founder Yayasan Ali Network Indonesia Ali AnSun Geun.

PT Baterai Listrik Motorindo didirikan Bamsoet bersama para pengusaha Korea Selatan di Indonesia. Pada tahap awal, motor listrik eMOA dipasarkan dalam dua tipe, E1 dan E2. Garansi baterai di kedua tipe tersebut mencapai 2 tahun.

Selain di Cikarang, PT Baterai Listrik Motorindo juga akan membangun pabrik di Gunung Puteri, Kabupaten Bogor. Pembangunan memanfaatkan lahan sekitar 3,5 hektar, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai 30 juta dolar AS. Kata Bamsoet, kehadiran operasional PT Baterai Listrik Motorindo di Bekasi dan Bogor, turut berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja. Mengingat saat Indonesia berada pada fase bonus demografi dengan keberlimpahan penduduk usia produktif.

Baca juga : Bamsoet Didapuk Jadi Ketua Dewan Pembinan Forum Kader Pemuda Bela Negara

"Saya optimis PT Baterai Listrik Motorindo akan berkembang pesat. Mengingat potensi industri motor listrik di Indonesia sangat menjanjikan," ujar Bamsoet.

Saat ini saja, kata dia, jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 132,43 juta unit. Pemerintah juga sedang mempercepat transisi dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke bermotor listrik. Hal ini ditunjukkan dengan keluarnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, proyeksi pertumbuhan sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun 2030 mencapai 13 juta unit, sedangkan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) mencapai 31.859 unit, dan pembangunan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) mencapai 67.000 unit. Langkah kebijakan tersebut berpotensi menghemat konsumsi BBM hingga 6,03 juta kilo liter.

Baca juga : Bamsoet: Kehadiran Paus Sebuah Kehormatan dan Penghormatan bagi Indonesia

"Saat ini, melimpahnya kendaraan bermotor berbahan bakar minyak tidak hanya berdampak pada rusaknya kualitas udara, tetapi juga tingginya subsidi BBM yang harus ditanggung negara," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini menerangkan, pengembangan kendaraan listrik seperti eMOA adalah wujud keseriusan Indonesia dalam implementasi transisi energi menuju energi baru dan terbarukan, sekaligus wujud komitmen dalam menekan emisi karbon di angka 29 persen pada tahun 2030, atau emisi nol bersih (net-zero carbon) pada tahun 2060. Kendaraan konvensional berbahan bakar minyak berkontribusi pada polusi udara. Sekitar 60 persen kontributor polusi udara di Indonesia disebabkan oleh kendaraan bermotor, dengan pembuangan gas kendaraan bermotor menghasilkan beragam zat berbahaya seperti karbon monoksida (CO), Timbal (Pb), nitrogen dioksida (NO2), dan karbon dioksida (CO2).

"Tidak mengherankan jika beberapa kota yang dipadati oleh sepeda motor, seperti Jakarta dan Tangerang, beberapa kali memuncaki daftar kota paling tercemar di dunia," terang Bamsoet.

Baca juga : Fadjroel Rachman: Kantor Komunikasi Presiden Terobosan Strategis, Maju, Modern

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, konsumen yang beralih ke kendaraan listrik bisa mendapatkan banyak keuntungan. Antara lain mendapatkan kredit khusus kendaraan bermotor listrik dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan bunga sebesar 3,8 persen per tahun dan tenor sampai dengan enam tahun. Gratis tambah daya dari PLN bagi pemilik mobil listrik, serta diskon 75 persen untuk tambah daya bagi pemilik sepeda motor listrik.

Biaya charger baterai kendaraan listrik juga sangat rendah dibanding kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak. Sebagai perbandingan, berbagai riset menampilkan rata-rata sebuah sedan biasa yang dikemudikan sejauh 15.000 mil akan menghabiskan rata-rata 6.957 dolar AS. Sedangkan kendaraan listrik, dengan jarak tempuh yang sama hanya membutuhkan sekitar 540 dolar AS.

"Karena pengeluaran lebih hemat, masyarakat bisa menabung lebih banyak. Sekaligus mengalihkan pengeluaran rutin mereka untuk kendaraan ke kebutuhan lain, seperti pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya," pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.