BREAKING NEWS
 

Fit And Proper Test Capim KPK, Frederik Soroti OTT Sebagai Strategi Utama

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 19 November 2024 07:39 WIB
Komisi III DPR RI memulai proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 10 calon pimpinan (capim) dan 10 calon dewan pengawas (cadewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi III DPR RI memulai proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 10 calon pimpinan (capim) dan 10 calon dewan pengawas (cadewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/11/2024).

Proses ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 November 2024. Dalam sesi tersebut, anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang, mengangkat pertanyaan terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT), metode yang kerap menjadi sorotan sebagai langkah utama KPK dalam pemberantasan korupsi.

Baca juga : Fit and Proper Test Capim KPK, Bamsoet Soroti Politik Biaya Tinggi Kerok Korupsi

Frederik mempertanyakan alasan KPK lebih memilih OTT meskipun telah memiliki dua alat bukti yang cukup untuk melakukan pemanggilan tersangka.

Adsense

"Kita tahu KPK sering mengedepankan OTT. Padahal, dua alat bukti sering kali sudah ada. Kenapa tidak dilakukan pemanggilan saja? Apa sebenarnya keunggulan OTT dibanding metode lain?" tanya Frederik saat sesi uji kelayakan.

Baca juga : Di Rakernas Kemenag, Prof Nasar: Peras Otak, Berikan Solusi Terbaik bagi Umat

Menanggapi hal tersebut, Komjen Polisi Setyo Budiyanto, calon pimpinan KPK yang pertama menjalani uji kelayakan, menegaskan pentingnya OTT sebagai salah satu pintu masuk untuk mengungkap kasus korupsi yang lebih besar.

"Menurut kami, OTT itu masih sangat diperlukan. Ini adalah pintu masuk yang sering kali membuka jaringan kasus yang lebih luas dan kompleks," jelas Setyo di hadapan anggota Komisi III DPR.

Baca juga : DPR Targetkan Fit and Proper Test Capim dan Dewas KPK Beres Sebelum Reses

Setyo juga menambahkan bahwa OTT telah terbukti menjadi metode efektif dalam mengungkap praktik korupsi yang sulit dijangkau hanya dengan pemanggilan tersangka.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense