BREAKING NEWS
 

Dialog Bareng Mahasiswa Indonesia Di Jepang

Puti Guntur Diingatkan Soal Fenomena Brain Drain

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Senin, 16 Desember 2024 17:41 WIB
Anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno didampingi Ketua PPI Jepang Prima Gandhi di Wisma Kedutaan Besar RI di Tokyo, Sabtu (14/12/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarno melakukan kunjungan kerja ke Jepang, Sabtu (14/12/2024). Dalam kunjungan kerja ini, Puti menyempatkan melakukan dialog dengan para pelajar, mahasiswa dan diaspora Indonesia.

Dalam dialog ini, Puti menerima banyak masukan dari pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam PPI Jepang. Dalam audiensi itu, PPI Jepang memberikan banyak masukan mulai dari efisiensi beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), isu kelembagaan organisasi PPI dan juga topik riset mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Salah satu isu yang paling disorot adalah terkait isu Brain Drain, yakni warga negara Indonesia yang memilih menetap di luar negeri dan enggan balik ke Indonesia karena alasan tertentu.

Puti menegaskan isu atau fenomena Brain Drain merupakan salah satu isu yang menjadi atensi di komisi membidangi persoalan pendidikan ini. Dia pun berjanji akan menyampaikan aspirasi para pelajar dan diaspora Indonesia di Jepang ini untuk atasi persoalan ini.

"Isu ini nanti akan saya sampaikan dalam rapat dengan mitra Komisi X DPR," janji Puti saat audiensi dengan PPI Jepang, di Wisma Duta Kedutaan Besar RI di Tokyo, Sabtu (14/12/2024).

Baca juga : NoLimit Indonesia Paparkan Data Tentang Penanganan Stunting Bebasis AI

Mitra Komisi X DPR tersebut, antara lain, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Saya akan sampaikan isu Brain Drain ini agar dapat dicarikan solusinya baik dalam jangka pendek, menengah dan Panjang," sambungnya.

Puti menegaskan, masalah Brain Drain ini tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu, Komisi X DPR akan berpartisipasi mengatasi persoalan Brain Drain ini dengan cara mendorong Pemerintah dan swasta menciptakan peluang kerja yang menarik bagi talenta unggul termasuk memberikan insentif dan fasilitas yang mendukung pengembangan karir di dalam negeri.

Adsense

"Saya berharap pelajar dan mahasiswa yang sedang kuliah di Jepang tidak pindah kewarganegaraan. Negara membutuhkan pikiran dan tenaga kalian setelah lulus," pesan cucu Presiden Pertama RI Sukarno ini.

Di tempat yang sama, Ketua umum PPI Jepang, Prima Gandhi mengingatkan fenomena Brain Drain yang menimpa diaspora Indonesia di luar negeri. Dijelaskan dosen Institut Pertanian Bogor ini, Brain Drain atau human capital flight merupakan hengkangnya kaum intelektual, ilmuwan, cendikiawan dari negerinya sendiri dan menetap di luar negeri.

Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Komit Berdayakan SDM & Inovasi Berkelanjutan

Alasan yang melatarbelakanginya juga bisa beragam. Ada alasan politis, ekonomi, sosial budaya, dan juga pilihan hidup. Selain pertimbangan minimnya peluang dan keterbatasan berkarya di negara asal.

Dia pun mengingatkan, dalam kadar tertentu, drain brain ini bisa merugikan negara asal, karena ada potensi aset SDM terbaiknya yang hilang.

Oleh karena itu, dia mendorong agar peristiwa brain drain pemuda-pemudi Indonesia yang berprestasi dan berpendidikan tinggi ini harus dihambat. Apalagi jika pemuda-pemudi tersebut pernah mendapatkan fasilitas negara seperti beasiswa, grant riset dari Pemerintah Indonesia.

"Selain merugikan negara dalam jangka pendek, dalam jangka panjang, brain drain akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan inovasi suatu negara akibat kehilangan sumber daya manusia unggul," ujar Prima Gandhi yang saat ini menempuh studi doktoral di Tokyo University of Agricuture ini.

Hadir juga dalam audiensi tersebut, atase Keuangan Leni Nurlaeni. dan Atase Pendidikan Amzul Rifin. Acara ini ditutup dengan pemberian cenderamata berupa buku berjudul 'Inspirasi Bumi Momotaro'.

Baca juga : Dave Laksono: Jangan Sampai Jadi Belenggu Demokrasi

Buku ini ditulis oleh diaspora pelajar Indonesia di Jepang yang berisi hasil pengamatan, pendalaman, dan pengalaman langsung para diaspora dengan berbagai latar usia dan bidang pendidikan, selama tinggal di berbagai wilayah di Jepang.

Cerita yang dibagikan meliputi aspek pendidikan, kesehatan, transportasi, dan kebijakan publik lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense