RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memastikan, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini murni masalah teknikal di pasar. Pelemahan yang terjadi sebagai respons atas kebijakan ekonomi di Amerika Serikat dan faktor kemenangan Donald Trump.
“Tidak ada hubungan penggeledahan Bank Indonesia (BI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang saat ini sedang berjalan,” ucap Misbakhun, Kamis (19/12/2024).
Baca juga : Dolar Kembali Perkasa, Rupiah Melemah Ke Rp 15.899
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, penyebab utama dari pelemahan yang saat ini terjadi murni karena kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang diambil dan dalam bulan ini. Saat ini, inflasi di Amerika juga mengalami penurunan karena kepercayaan pasar pasca terpilihnya Trump sehingga memberikan sentimen negatif yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah pada arah pelemahan.
Untuk itu, Misbakhun menyarankan, sebaiknya Bank Indonesia berkonsentrasi penuh melakukan langkah-langkah kebijakan operasi moneter yang konstruktif untuk membuat nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS.
Baca juga : Senin Pagi, Rupiah Dibuka Melemah Ke Level Rp 15.856
“Jadi, yang terjadi saat ini dengan pelemahan rupiah murni karena masalah teknis. Tidak ada kaitannya dengan penggeledahan KPK di Bank Indonesia,” ucapnya, kembali menegaskan.
Terkait dengan penggeledahan di Kantor Bank Indonesia, kata Misbakhun, itu adalah prosedur dari proses hukum yang harus dihormati dalam rangka penegakan hukum atas kasus yang sedang didalami KPK.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.