BREAKING NEWS
 

Tolak Izin Ekspor Konsentrat Freeport

Menteri Bahlil Dikasih Jempol

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Kamis, 26 Desember 2024 07:15 WIB
Anggota Komisi XII DPR Mukhtarudin

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mendukung kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menolak memberikan izin ekspor konsentrat tembaga ke PT Freeport Indonesia. Perusahaan tambang ini mesti memenuhi kewajiban sesuai Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba).

Anggota Komisi XII DPR Mukhtarudin mengatakan, Pemerintah kudu bersikap te­gas dengan kebijakan hilirisasi mineral. “Jangan lagi mengeluarkan relaksasi ekspor kepada seluruh smelter,” tegas Mukhta­rudin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/12/2024).

Dia menilai, kebijakan Pemerintah tidak memberikan kelonggaran (relaksasi) ekspor mineral kepada perusahaan tam­bang PT Freeport sudah tepat, patut diacungi jempol. Freeport harus bisa lebih berkomitmen mendorong hilirisasi dalam negeri sebagai salah satu langkah penting bagi Indonesia untuk menjadi negara maju pada tahun 2045.

“Artinya, Freeport dalam hal ini harus berkomitmen untuk mendukung program hiliri­sasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” lanjut sek­retaris Fraksi Golkar DPR ini.

Komisi XII, lanjutnya, sepakat atas upaya Pemerintah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam negeri melalui program hilirisasi mineral.

Baca juga : Kereta Api Transportasi Yang Ramah Lingkungan

“Sehingga dapat memberi­kan manfaat maksimal ter­hadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta memiliki jiwa kompetitif yang kuat dalam pengembangan industri nasional,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mukhtaruddin juga mendo­rong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (Migas). Salah satu KKKS yang dapat dioptimalkan adalah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang memiliki produksi minyak yang sangat bagus.

“Karena itu, untuk mencapai swasembada energi, diperlukan peningkatan lifting migas yang berkelanjutan dan optimal,” ujarnya.

Adsense

Fraksi Golkar DPR, lanjut Mukhtarudin, akan terus mendorong KKKS EMCL untuk mampu meningkatan lifting Migas dengan mempercepat penggunaan teknologi saat ini. Hal ini bisa dilakukan lantaran Blok Cepu yang dikelola oleh ExxonMobil memiliki potensi produksi yang jauh lebih besar dari temuan awal yang hanya menemukan 100 ribu barel minyak per hari.

“Nah kita lihat dengan inter­vensi teknologi maka mereka mampu menaikkan kapasitas produksi menjadi 163 ribu minyak barel per hari,” ungkap politisi dari Kalimantan Tengah ini.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Tiga Kajian Strategis

Dia menegaskan, pihaknya akan selalu mendukung langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengurangi ketergantungan pada impor migas. Berbagai langkah strategis itu diharapkan dapat mewujudkan swasembada enegi yang berkelanjutan. Se­hingga, penyediaan energi tidak hanya bergantung pada sumber energi fosil.

“Komisi XII DPR RI berharap dengan percepatan teknologi Itu, kita bisa mencapai swasem­bada energi sebagaimana telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Muktarudin.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegas­kan, Pemerintah belum dapat memenuhi permintaan Freeport terkait izin tambahan kuota ekspor konsentrat tembaga pada tahun 2025.

“Ini mungkin lagu lama Free­port sebenarnya. Sejak saya ma­hasiswa, sampai menjadi Men­teri ESDM, tema Freeport ini begitu terus. Saya sudah banyak belajar sama Freeport. dari masa S1 hingga jadi Menteri ESDM, hafal lagu Freeport,” ungkap Bahlil.

Bahlil tidak menggubris ala­san terbakarnya smelter tem­baga milik Freeport di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik JIIPE, Jawa Timur. Seharusnya, Freeport cepat memperbaiki smelter tersebut.

Baca juga : Tanggul Laut Bisa Jadi Solusi Atasi Banjir Rob

Ketum Golkar ini mengatakan, Freeport mestinya menun­jukkan komitmen dalam men­dukung program hilirisasi yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto. Bukan malah dijadikan alasan untuk mendapatkan izin ekspor konsentrat tembaga.

“Tapi berapa bulan memper­baiki? Kalau terbakar, berapa lama perbaikannya? Jangan begitu. Dia (Freeport) tidak me­miliki komitmen, dia lama-lama ekspor terus. Ini kan kita tahu kelakuan manajemen sebagian Freeport. Ini lagu lama, bos,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense