Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengembangan Hilirisasi Butuh Dana Rp 10 Triliun
Pemerintah Siapkan Tiga Kajian Strategis
Kamis, 26 Desember 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia membutuhkan investasi sebesar 618,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 10.013 triliun untuk pengembangan industri hilirisasi hingga tahun 2040. Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah telah menyiapkan langkah strategis.
Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Heldy Satrya Putera mengungkapkan, Pemerintah telah menyusun tiga kajian utama terkait hilirisasi. Yaitu Kajian Akselerasi Hilirisasi Investasi Strategis, Kajian Optimalisasi Hilirisasi Investasi Strategis dan Kajian Dampak Hilirisasi.
Heldy menjelaskan, Kajian Akselerasi memetakan perkembangan investasi hilirisasi pada 28 komoditas. Termasuk nikel, yang difokuskan pada dua produk utama: stainless steel dan baterai kendaraan listrik.
“Dari kajian ini, kita dapat mengetahui sejauh mana perkembangan hilirisasi. Seperti nikel yang sudah melalui konsep ekosistem mulai dari tambang hingga produk akhirnya,” ujar Heldy, Rabu (25/12/2024).
Adapun Kajian Optimalisasi berfokus pada tujuh komoditas utama. Yaitu bauksit, aspal buton, minyak bumi, gas bumi, biofuel, ikan tuna-cakalang-tongkol dan rumput laut.
Baca juga : Tanggul Laut Bisa Jadi Solusi Atasi Banjir Rob
Kajian ini untuk mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan di setiap komoditas guna mengoptimalkan hilirisasi.
Sementara, Kajian Dampak Hilirisasi menganalisis dampak ekonomi, sosial dan lingkungan pada dua komoditas utama, yakni nikel dan kelapa sawit.
Heldy mengatakan, meski kelapa sawit sering dianggap sebagai penyebab deforestasi, komoditas ini memiliki dampak positif yang signifikan, terutama sebagai bahan bakar.
“Produk kelapa sawit, mulai dari bahan utamanya hingga cangkangnya telah dimanfaatkan sepenuhnya di dalam negeri,” ungkap Heldy, yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis.
Dari segi ekonomi, dampak hilirisasi nikel terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 0,45 persen. Sedangkan kelapa sawit menyumbang 0,23 persen.
Baca juga : Liverpool Vs Leicester City, Si Merah Siap Menyala
Jika dikumulatifkan, kontribusi keduanya mencapai 0,6 persen hingga 0,7 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5 persen.
Heldy menambahkan, Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis yang dirilis oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memproyeksikan kebutuhan investasi sektor hilirisasi sebesar 618,1 dolar AS miliar hingga 2040.
Rinciannya, 498,4 miliar dolar AS dari sektor mineral dan batubara, 68,3 miliar dolar AS dari sektor minyak dan gas bumi serta 51,4 miliar dolar AS dari sektor perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan.
Selain itu, hilirisasi diproyeksikan meningkatkan nilai ekspor hingga 857,9 miliar dolar AS, PDB sebesar 235,9 miliar dolar AS serta menciptakan lapangan kerja untuk sekitar tiga juta tenaga kerja.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, kontribusi hilirisasi terhadap realisasi investasi periode Januari– September 2024 mencapai Rp 272,91 triliun atau setara dengan 21,6 persen dari total investasi.
Baca juga : Warga Berdoa Di Antara Puing-puing Bangunan
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini mengatakan, kajian yang dilakukan oleh BKPM memberikan arah kebijakan yang jelas bagi hilirisasi investasi strategis.
Dia menyoroti lima prinsip utama untuk mendorong hilirisasi. Yakni berbasis pasar (market-driven), peningkatan produktivitas, penciptaan lapangan kerja, inklusivitas dan keberlanjutan.
“Ini langkah penting untuk memperkuat strategi hilirisasi, meningkatkan nilai tambah ekonomi dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Didik.
Dengan pendekatan yang mendalam terhadap dampak hilirisasi, Pemerintah optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing industri nasional dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di masa mendatang. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 26 Desember 2024 dengan judul "Pengembangan Hilirisasi Butuh Dana Rp 10 Triliun, Pemerintah Siapkan Tiga Kajian Strategis"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya