RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Andiniya KP, prihatin terhadap persoalan irigasi yang dialami para petani di Brebes. Dalam pernyataannya, Andiniya menyoroti permasalahan utama, yaitu kerusakan Bendungan Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang.
Perbaikan bendungan ini telah diusulkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kecamatan Brebes ke instansi terkait setempat pada 18 Desember 2023. Namun, belum ada proses tindak lanjut terhadap usulan tersebut. Akibatnya, sekitar 2.500 hektar lahan pertanian di wilayah ini terus terdampak kekurangan air irigasi, terutama saat musim tanam.
Andiniya menyatakan, pertanian di Kecamatan Brebes adalah tulang punggung perekonomian lokal. Namun, para petani menghadapi kesulitan serius karena tidak optimalnya sistem irigasi.
Baca juga : Sistem Meritokrasi Jadi Landasan Tata Kelola
"Padahal, aspirasi dan usulan perbaikan bendungan telah diberikan tahun lalu. Tidak adanya respons hingga kini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan mendasar petani kita," ujar Andiniya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (28/12/2024)
Andiniya mengusulkan agar Dana Tidak Terduga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan krisis irigasi yang dialami para petani di Kabupaten Brebes. Hal ini disampaikan menyusul lambatnya tindak lanjut terhadap usulan perbaikan Bendungan Buaran serta meningkatnya isu kekeringan yang berdampak negatif terhadap sektor pertanian di wilayah tersebut.
Dia menekankan, sektor pertanian di Kabupaten Brebes memiliki potensi besar dalam menopang ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, masalah irigasi harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Baca juga : Gandeng 300 Korporasi, LAN Akselerasi Kompetensi ASN
Dia paham bahwa APBD Jawa Tengah telah dialokasikan untuk berbagai proyek strategis lainnya. Namun, melihat urgensi krisis irigasi yang berdampak langsung pada ribuan hektar lahan pertanian dan ribuan petani, dia mendorong Pemprov Jawa Tengah untuk segera mengalokasikan Dana Tidak Terduga dari APBD.
"Dana ini dirancang untuk merespons kondisi yang tidak biasa seperti kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian dan perekonomian masyarakat," ujar Andiniya.
Dia menerangkan, APBD memiliki pos anggaran Dana Tidak Terduga yang dialokasikan sebagai bantuan dari pemerintah daerah untuk mengatasi situasi darurat, bencana alam, atau kebutuhan mendesak lain yang tidak terduga dalam perencanaan awal. Menurut Andiniya, krisis air irigasi dan isu kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan yang rutin setiap tahun memenuhi kriteria ini karena mengancam produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu pilar ekonomi di Brebes.
Baca juga : Dukungan Kotak Kosong Menguat Di Pilkada Kabupaten Brebes
Sebagai wakil rakyat, Andiniya menegaskan akan terus berkomitmen untuk mengawal aspirasi petani agar suara mereka didengar dan mendapatkan perhatian yang layak. Mendorong koordinasi antara Pemkab Brebes dan Pemprov Jawa Tengah untuk memastikan bahwa krisis irigasi ini segera ditangani.
Dia menambahkan, krisis air ini telah menimbulkan keresahan di kalangan petani. Dirinya tidak bisa membiarkan petani menjadi. Menurutnya, pemanfaatan Dana Tidak Terduga dapat digunakan sebagai langkah konkret seperti optimalisasi sistem irigasi, penyediaan air bersih darurat, dan rehabilitasi infrastruktur pengairan tanpa mengganggu proyek strategis lainnya.
"Saya berharap pemerintah segera mengambil langkah responsif untuk menjamin keberlangsungan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah Brebes," tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.