RM.id Rakyat Merdeka - Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXII yang rencananya akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2028 mendatang terancam batal. Hal ini dikarenakan menyusul adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.
Pemprov NTB pun setuju dan legowo event PON XXII digelar di Jakarta. Lantas bagaimana kesiapan infrastruktur Jakarta, jika PON 2028 jadi dilaksanakan di Jakarta.
Wakil Ketua Komisi X DPR bidang Olahraga dari Fraksi Partai Gerindra, Himmatul Aliyah angkat bicara. Anggota DPR dari daerah pemilihan DKI Jakarta II ini mendukung, dan tidak keberatan jika PON XXII digeser ke Jakarta.
Baca juga : Menteri Ara Puji Dukungan Cepat BI Untuk Asta Cita Perumahan
"Saya sangat dukung bila event nasional olahraga ini dilaksanakan di Jakarta, karena fasilitas dan Infrastruktur sudah lengkap, layak dan memadai untuk dipakai dalam pelaksanaan PON tahun 2028 nanti," kata Himmatul usai rapat dengar pendapat bersama para asosiasi dan lembaga pendidikan Indonesia di Gedung Parlemen Jakarta, pada Rabu (18/2).
Ia menjelaskan, sebetulnya PON itu memang dilaksanakannya di daerah. Tujuannya, untuk memajukan olahraga daerah serta dapat mendorong ekonomi dan pengembangan infrastruktur di daerah tersebut. Namun karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, Ia pun menyarankan adanya kerja sama antar daerah yang memiliki fasilitas dan infrastruktur memadai untuk PON.
Misalnya, pembukaan PON dilakukan di NTB, sedangkan pelaksanaannya bisa di daerah yang memilik fasilitas dan infrastruktur layak dan memadai. Termasuk di Jakarta
Baca juga : Gelar CPF, Central Group Hadiahkan Rumah Untuk 4 Konsumen
"Karena tidak mungkin membangun venue dan infrastruktur baru saat ini. Makanya, perlu kerja sama dan koordinasi antar daerah, mana yang siap dan memiliki fasilitas memadai, dan mana yang belum. Ini penting demi kelancaran dan suksesnya pelaksanaan PON," ujarnya
Sekda NTB, Drs Lalu Gita Ariadi sebelumnya mengaku, terbebani apabila pelaksanaan PON ini tanpa adanya dukungan dari pusat. Apalagi, anggaran untuk mensukseskan perhelatan ini tidak sedikit, butuh triliunan untuk membangun infrastruktur dan venue saja.
“Kalau kita jadi tuan rumah PON tidak didukung dari pusat ya berat juga. Apalagi 2028 kita sudah harus mulai bersiap dengan persiapan Pemilu, Pilpres, seperti itu,’’ ujarnya.
Baca juga : Gerindra Dukung Koalisi Permanen
Menurutnya, sebelum PON berlangsung, setahun sebelumnya seluruh persiapan yang berkaitan dengan infrastruktur harus sudah jadi. Dengan adanya pemangkasan anggaran ini, dikatakan cukup sulit untuk merealisasikan mimpi NTB menjadi tuan rumah PON.
Ia pun usul jika PON ini digegser ke Jakarta, yang mana infrastruktur sudah siap dan Pemprov NTB sangat legowo. “Kalau dibawa ke Jakarta, mungkin itu yang terbaik silakan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.