RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mengapresiasi kerja cepat Badan Karantina Indonesia (Barantin) menghalau produk pangan impor yang mengandung media penyakit hewan dan tumbuhan berbahaya. Produk pangan ini masuk ke Indonesia melalui perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan mengatakan, jika penyakit yang terbawa dalam produk itu masuk ke Indonesia, akan menyerang hewan ternak dan tanaman masyarakat NTT. “Karena kerja Barantin ini, masyarakat bisa terhindar dari kerugian ekonomi hingga Rp 17 triliun,” ucapnya, saat menghadiri pemusnahan 887 kilogram produk olah sapi, babi, ikan, dan tumbuhan, di Perbatasan Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu NTT, Rabu (5/3/2025).
Turut hadir dalam pemusnahan tersebut Deputi Karantina Hewan drh Sriyanto, Staf Ahli Barantin Marihot Panggabean, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Belu. Hadir juga pelaku importir dan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste.
Baca juga : Daya Beli Meningkat, Manufaktur Tumbuh
“Kami atas nama Pimpinan dan Anggota Komisi IV mengapresiasi Barantin yang telah berusaha maksimal agar negara kita aman dari berbagai virus dan penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan yang masuk melalui perbatasan,” kata Yohan.
Yohan menilai, masyarakat NTT patut bersyukur atas kesigapan Barantin menghalau penyakit dan virus yang berasal dari produk pangan impor. Sebab, langkah preventif yang tersebut mencegah kerugian besar yang dialami masyarakat jika produk pangan mengandung penyakit dan virus ini masuk ke NTT.
Yohan menceritakan, pisang di NTT pernah dalam keadaan parah karena ada virus luar biasa menyerang di Flores. Kemudian, babi belum bisa dikembangkan karena virus juga sedang merajalela, sementara Indonesia belum memiliki vaksin yang memadai.
Baca juga : Duh, Alat Pengeras Suara Peringatan Banjir Rusak
“Begitu juga kita menjaga jangan sampai potensi sapi kita tertular. Setiap tahun kita mengirim 50 ribu ekor ke luar ini bisa terhambat kalau virus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) bisa masuk ke NTT,” ujarnya.
Karena itu, Yohan mengajak seluruh elemen masyarakat NTT bekerja sama dan mengambil peran dalam memastikan keamanan pangan terjamin mutu kualitasnya dan sehat serta dipastikan bebas penyakit. Sehingga, bukan cuma ketahanan pangan saja yang terjaga, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
“Ini bukan cuma tugas Barantin, DPR, tapi tugas kita semua. Kalau kita main-main, lalai dengan persoalan ini, bisa berdampak luas bagi ketahanan pangan kita. Kalau virus PMK masuk bisa menghajar potensi sapi kita,” tegasnya.
Baca juga : OJK Happy Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid
Politisi Fraksi PAN ini menambahkan, Barantin tidak mudah menjalankan fungsi strategis sebagai garda terdepan untuk melindungi ketahanan dan keamanan pangan nasional melalui pendekatan biosekuriti dan pengelolaan risiko biologis (biosafety). Apalagi NTT merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga pengawasan terhadap lalulintas barang/komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan menjadi sangat krusial.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.