BREAKING NEWS
 

Tamsil Linrung Ingin Reformasi Polri Harus Serap Spirit Hoegeng

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 14 Maret 2025 16:57 WIB
Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung menerima cinderamata dari Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan saat menghadiri Seminar Nasional Reformasi Polri di Auditorium UGM, Yogyakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Dalam seminar tersebut, Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan menyoroti dua masalah utama yang masih menjadi tantangan di Yogyakarta: konflik antarsuku dan kejahatan jalanan.

Menurutnya, jika tidak ditangani secara serius, kedua permasalahan ini bisa berpotensi menjadi konflik horizontal yang lebih luas.

“Reformasi Polri tidak boleh hanya menjadi slogan. Polisi harus fokus pada upaya preventif dan preemtif, bukan hanya penindakan,” ujar Suwondo.

Baca juga : Imbas Banjir Di Bekasi, 114 Sekolah Rusak Harus Segera Diperbaiki

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara UGM, Zainal Arifin Mochtar, menyoroti kecenderungan Polri yang semakin terlihat lebih militeristik dibandingkan TNI. Menurutnya, pemisahan Polri dari ABRI pada masa reformasi seharusnya menjadikan institusi ini lebih dekat dengan masyarakat sipil, bukan malah semakin kaku dan bersifat represif.

“Pasca-ABRI, masa-masa reformasi Polri hanya berlangsung sangat singkat. Karena polisi keburu menjadi semakin militeristik,” ujar Zainal.

Di sisi lain, Konsultan dan Praktisi Komunikasi Digital, Jusman Dalle, menilai bahwa reformasi Polri tidak hanya soal kebijakan internal, tetapi juga soal bagaimana institusi ini membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, citra Polri sangat bergantung pada sentimen yang terbentuk di platform-platform digital.

Baca juga : Soal Kasus Pertamina, Komisi XII DPR: Informasi Publik Harus Sesuai Fakta Hukum

“Selama ini, kehadiran Polri di media sosial belum efektif dalam membangun kedekatan dengan publik. Pernyataan, keterangan, unggahan, dan konten-konten Polri masih cenderung deklaratif, alih-alih menjadi medium interaksi yang engaging,” pungkas Tenaga Ahli Wakil Ketua DPD ini.

Seminar ini diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal DPD RI bersama Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (Kapasgama) dan menghadirkan sejumlah pakar serta akademisi. Selain Tamsil Linrung dan Irjen Pol Suwondo Nainggolan, seminar ini juga menghadirkan Eko Riyadi (Dosen FH UII/Direktur Pusham UII), Dr. Budi Wahyuni (Komisioner Komnas Perempuan RI 2015–2019), Dr. Trisno Raharjo (Dosen FH UMY), Jusman Dalle (Konsultan dan Praktisi Komunikasi Digital) serta Dr. Zainal Arifin Mochtar (Pakar HTN FH UGM/Peneliti Pukat).

Kegiatan yang semula dirancang dalam format Focus Group Discussion (FGD), dikembangkan menjadi Seminar Nasional karena animo publik yang sangat tinggi. Sekitar 200 peserta dari berbagai kelompok sosial hadir, termasuk aktivis perempuan, pekerja sosial, dan mahasiswa.

Baca juga : Indonesia Dukung G20 Dorong Reformasi Multilateralisme

Melalui seminar ini, diharapkan reformasi Polri dapat terus berlanjut dan tidak hanya menjadi wacana semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang konkret. Dengan integritas dan profesionalisme sebagai pilar utama, Polri diharapkan dapat menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai oleh rakyat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense