BREAKING NEWS
 

Media Sosial Bisa Picu Bunuh Diri

Jaga Kesehatan Mental Anak!

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Selasa, 18 Maret 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa dalam acara Dialektika Demokrasi di Gedung Parlemen, Kamis (13/3/2025). (Foto: Dok. DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti pentingnya memperkuat kesehatan mental anak di tengah derasnya pengaruh media sosial saat ini. Jangan sampai mental anak terganggu, gelisah, bahkan ada kecenderungan bunuh diri hanya karena rendahnya literasi digital anak.

Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa mengatakan, media sosial sering membuat masyarakat melupakan persoalan penting, yaitu mental health atau kesehatan mental anak. Saat ini, mental health anak-anak sangat dipengaruhi oleh sosial media seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp Line.

Baca juga : Top, Nilai Merek BRI Peringkat Satu Di RI

“Kita perlu lebih mencermati apa yang terjadi. Salah satu tanda-tanda yang sudah dimunculkan adalah anak galau hanya gara-gara temannya tidak follow dia,” kata Ledia Hanifa, dalam diskusi bertajuk ‘Menjaga Dunia Pendidikan Dari Pengaruh Negatif Media Sosial’, di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Problemnya, kata Ledia, orang dewasa cenderung memandang kegelisahan anak karena persoalan media sosial ini sebagai hal sepele. Situasi ini dianggap biasa karena anaknya juga berteman di kelas. Namun, persoalan nggak follow di media sosial ini malah membuat anak menjadi gelisah dan sedih.

Baca juga : 66 Pelaku Usaha Nakal MinyaKita Kena Sanksi

“Kan anak-anak kalau kesel unfollow, tinggalin, blok aja gitu kan. Ada hal-hal yang akhirnya anak-anak kita not tough enough menghadapi dunia. Karena kita orang dewasa terlalu permisif membiarkan anak-anak kita berinteraksi dengan dunia digital tanpa memberikan bekal,” terangnya.

Politisi senior Fraksi PKS ini melanjutkan, literasi digital masyarakat memang sangat rendah. Literasi ini sering terabaikan, apalagi posisinya ada pada tahapan keenam dari kemampuan literasi pada manusia.

Adsense

Baca juga : CKG Boleh Kapan Saja, Tak Usah Tunggu Ultah

Tahap pertama adalah literasi baca tulis, yang ternyata kondisinya juga sedang tidak baik-baik saja. “Literasi numerasi dan literasi finansial kita juga tidak bagus. Literasi kebudayaan kewarganegaraan kita jelek. Literasi teknologi kita jelek. Terus kita dipaksa langsung memahami literasi digital itu adalah sesuatu hal yang mustahil,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense