Sebelumnya
“Saya pernah mengecek, ini agak sedikit sensitif, tetapi satu anggaran di Korlantas Polri itu sama dengan satu anggaran di TNI AU. Sedih sekali saya. Tugas TNI itu pertahanan keamanan tapi melihat anggaran saja sudah sangat jauh berbeda. Itu baru TNI AU, belum TNI AL nanti,” tambahnya.
Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali mengakui koordinasi antar-lembaga penegak hukum masih cukup rumit, mengingat lembaga yang berurusan dengan keamanan laut ini ada beberapa lembaga.
Begitu juga dengan alutsista untuk keamanan laut utamanya untuk mendeteksi bawah air yang memang saat ini sangat minim.
Baca juga : ASDP Buka Pintu Wisata Dunia Dan Hubungkan 3T
Dia mengaku, TNI AL sampai saat ini belum memiliki alat fixed deep sonar untuk memantau kapal selam. Alat pendeteksi kapal selam ini sangat penting sehingga TNI AL bisa memantau dari markas atau dari tempat jauh tanpa harus mengarahkan kapal patroli kesana.
“Memang harganya cukup mahal. Selama ini kalau kita mau menjaga selat-selat yang penting, itu kita harus mengarahkan kapal yang memiliki sonar ke daerah tertentu untuk mendeteksi kapal selam. Ini tidak efektif dan efisien,” ungkapnya.
Dijelaskannya, di negara- negara maju yang memiliki armada kapal selam, mereka memiliki alat deteksi bawah air yang namanya sound surveilance under water.
Baca juga : RI Percepat Perundingan Dagang Yang Terhambat
Alat tersebut semacam sensor yang disimpan di bawah air dan diletakkan di selat-selat perairan penting yang kemungkinan dilewati kapal-kapal selam.
Berdasarkan aturan UNCLOS, terdapat 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki) yang dapat dilewati kapal selam tanpa harus muncul ke permukaan. Sehingga ketika mereka melewati wilayah tersebut, kapal selam dapat menerapkan Normal Mode.
“Perdebatan memang tapi kebanyakan mereka mengartikan bahwa normal mode itu kapal selam boleh menyelam melewati Alki 1, 2 dan 3, yang paling sering dilewati kapal-kapal selam asing. Kalau kita harus kerahkan KRI untuk mendeteksi, tentu akan kesulitan berapa panjang Alki itu harus dijaga oleh kapal-kapal yang memiliki sonar sementara kapal-kapal sonar kita terbatas,” paparnya. KAL
Baca juga : Peserta Wajib Dibekali Kompetensi Teknologi
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Selasa, 29 April 2025 dengan judul "Hadapi Ancaman Keamanan Bawah Laut, DPR: Kita Belum Punya Alat Deteksi Kapal Selam"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.