Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Memasuki Masa Sede Vacante
Kardinal Seluruh Dunia Bersiap Proses Konklaf
Senin, 28 April 2025 08:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dunia masih berkabung atas wafatnya Paus Fransiskus. Setelah prosesi pemakaman yang penuh haru di Lapangan Santo Petrus, Sabtu (26/4/2025), perhatian dunia kini beralih ke satu pertanyaan besar, siapa yang akan menjadi pemimpin baru umat Katolik sedunia? Dunia sedang menanti siapa Paus selanjutnya.
Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik ke-266, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 21 April 2025, di Vatikan, dalam usia 88 tahun. Sepanjang masa kepemimpinannya, yang dimulai pada 2013, Paus Fransiskus membawa perubahan besar dalam gereja. Paus pertama dari Amerika Latin ini menempatkan keadilan sosial, isu lingkungan hidup, dan inklusivitas sebagai inti dari pelayanannya.
Pengaruh Paus Fransiskus tidak hanya dirasakan umat Katolik, tetapi juga komunitas global. Pada 2013, Majalah Time menobatkan Paus Fransiskus sebagai "Person of the Year," hanya beberapa bulan setelah ia terpilih sebagai Paus pada 13 Maret 2013. Time memilih Paus Fransiskus karena pendekatannya yang progresif dalam memimpin Gereja Katolik, gaya hidupnya yang sederhana, serta visinya yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia.
Setelah pemakaman Paus Fransiskus, Gereja Katolik kini memasuki masa sede vacante, yaitu masa kosongnya Tahta Suci. Sejak kabar wafatnya Paus, para kardinal dari seluruh dunia mulai berdatangan ke Roma untuk mempersiapkan konklaf atau proses rahasia pemilihan Paus. Pada Senin (28/4/2025) pukul 09.00 waktu Vatikan, para kardinal akan mengadakan pertemuan umum kelima sejak wafatnya Paus. Pertemuan diperkirakan akan menentukan tanggal dimulainya konklaf.
Baca juga : Di Kalimantan Barat, KPK Geledah Kantor Dinas
Menurut Kardinal Jean-Claude Hollerich dari Luksemburg, seorang Jesuit dan penasihat dekat mendiang Paus, konklaf kemungkinan akan dimulai pada 5 atau 6 Mei 2025, sehari setelah masa sembilan hari berkabung resmi yang ditetapkan Takhta Suci berakhir pada 4 Mei 2025.
Konklaf adalah proses pemilihan Paus baru yang dilakukan secara tertutup di Kapel Sistina, Vatikan. Saat ini, terdapat 135 kardinal yang memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf, yaitu mereka yang berusia di bawah 80 tahun. Mereka akan berkumpul untuk memilih Paus baru melalui serangkaian pemungutan suara yang penuh simbol dan aturan yang telah terjaga selama berabad-abad.
Selama konklaf berlangsung, dunia menunggu dengan penuh harap dan rasa ingin tahu. Semua mata tertuju pada cerobong kecil di atas Kapel Sistina. Asap hitam menandakan bahwa belum ada keputusan. Seorang Paus baru akan dipilih jika mencapai dukungan dua pertiga suara.
Bila tidak tercapai, pemungutan suara akan terus berlangsung hingga muncul sosok yang disepakati. Tanda bahwa Paus baru telah terpilih akan diumumkan lewat asap putih yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina.
Baca juga : Layanan Transportasi Harus Sistematis Dan Terintegrasi
Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, akan berangkat ke Vatikan pada 3 Mei 2025 untuk mengikuti proses konklaf. Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, menjelaskan, ini dilakukan atas permintaan Dewan Kardinal.
"Untuk mengikuti konklaf, Bapa Kardinal Ignatius Suharyo selaku Uskup Keuskupan Agung Jakarta akan berangkat pada 3 Mei, yang sebelumnya direncanakan pada 4 Mei," kata Susyana, Sabtu (26/4/2025).
Berkaca dari masa lalu, setiap pemilihan Paus selalu membawa perubahan besar dalam gaya kepemimpinan Gereja. Mulai dari Paus Yohanes Paulus II yang karismatik, Paus Benediktus XVI yang intelektual, hingga Paus Fransiskus yang penuh aksi di lapangan. Kini, dunia menanti Paus baru.
Vatikan Rilis Foto Makam Paus Fransiskus
Makam Paus Fransiskus sudah dapat dikunjungi umat Katolik dan masyarakat umum. Pada Sabtu (26/4/2025), pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, sesuai dengan permintaannya dalam surat wasiat yang ditulis pada 2023. Paus Fransiskus meminta makam yang sederhana, tanpa hiasan, dan terletak di dekat Altar Santo Fransiskus, di ceruk lorong samping antara Kapel Pauline dan Kapel Sforza.
Baca juga : Raih Gelar Juara Copa del Rey, Barca Dekati Treble Winner
Seperti laporan Vatican News, Vatikan merilis foto-foto makam Paus Fransiskus. Dalam foto yang diunggah pada Minggu (27/4/2024), makam Paus Fransiskus tampak dihiasi dengan setangkai mawar putih tunggal serta salib yang diterangi oleh lampu sorot.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya